Tanda dan Bahaya Dehidrasi bagi Ibu Hamil

Hallo semuanya ! Kembali lagi dengan KonsulGratis.Com yang selalu hadir menemani Anda dengan berbagai informasi-informasi menarik dan tentunya sangat bermanfaat.

Kali ini saya sebagai Author akan membawakan informasi seputar kehamilan mengenai Tanda dan Bahaya Dehidrasi bagi Ibu Hamil.

Untuk para Bumil, langsung saja yuk simak penjelasan berikut ini…..

Tanda dan Bahaya Dehidrasi bagi Ibu Hamil

Pada seorang ibu hamil, pasokan air ke dalam tubuh menjadi lebih besar dibandingkan sebelum hamil sebab saat ini bukan hanya Ibu saja yang membutuhkan cairan, tapi janin pun membutuhkannya.

Cairan di kantong ketuban dan kelancaran produksi ASI juga berkat asupan cairan Ibu yang optimal.

Selain itu, air digunakan untuk membuat plasenta yang berfungsi mengalirkan gizi kepada janin agar dapat tumbuh sehat serta menerima sel darah yang ideal.

Dehidrasi yaitu suatu kondisi di mana tubuh Anda kekurangan cairan. Dehidrasi yang dialami ibu hamil semasa kehamilan ternyata memiliki efek bahaya yang tinggi bagi kehamilan.

Lalu, apa saja tanda serta bahaya dehidrasi bagi kehamilan?

Tanda-tanda Dehidrasi pada Ibu Hamil

  1. Dehidrasi ringan

Tanda-tanda dehidrasi, terutama dehidrasi ringan sering diabaikan. Cara paling mudah untuk mengetahui apakah Anda dehidrasi yaitu ada atau tidaknya rasa haus.

Selain rasa haus, tanda-tanda dehidrasi ringan lainnya diantaranya :

  • Mulut kering
  • Mual
  • Sakit kepala
  • Mengantuk
  • Konstipasi
  • Infeksi pada saluran kemih.
  1. Dehidrasi berat

Bila ibu mengalami tanda-tanda seperti dibawah ini, kemungkinan ibu mengalami dehidrasi berat dan sangat membutuhkan pertolongan medis. Segeralah kunjungi dokter jika ibu mengalami gejala seperti ini :

  • Buang air kecil cuma sedikit atau tidak sama sekali
  • Urine berwarna kuning pekat
  • Tekanan darah rendah
  • Jantung berdegup kencang
  • Mulut sangat kering
  • Mudah marah serta kebingungan
  • Kulit sangat kering, bisa juga keriput dan kurang elastis.

Bahaya Dehidrasi bagi Ibu Hamil

  1. Air ketuban terlalu sedikit

Air ketuban dibutuhkan untuk memberikan ruang gerak dan ganjalan untuk melindungi janin dalam kandungan.

Air ketuban yang terlalu sedikit bisa memengaruhi perkembangan janin di dalam kandungan sampai keguguran atau kematian janin dalam rahim bisa terjadi.

Kekurangan air ketuban disebut oligohydramnios, yang dapat terjadi karena kehamilan tua, robeknya membran, serta dehidrasi.

  1. Persalinan prematur

Dehidrasi saat hamil bisa mengakibatkan kontraksi Braxton-Hicks, yaitu kontraksi rahim yang biasanya terjadi selama 1-2 menit. Kontraksi ini biasanya berlangsung pada trimester ketiga, tetapi bisa juga pada trimester kedua.

Bumil harus memerhatikan konsumsi air secara optimal pada kehamilan trimester ketiga, karena dehidrasi pada masa ini dapat mengakibatkan kontraksi yang bisa memicu persalinan prematur.

  1. Berisiko melahirkan bayi cacat

Dehidrasi yang terjadi selama masa kehamilan dapat menyebabkan berkurangnya cairan aminiotic, cairan ini fungsinya untuk melindungi bayi tetap di dalam rahim.

Hal ini bisa membuat bayi jadi bergesekan langsung dengan bagian rahim. Bahkan, masalah ini dapat menimbulkan cacat pada bayi saat dilahirkan.

  1. Risiko terkena demam

Selama masa kehamilan, tubuh seorang ibu akan kehilangan kemampuannya yang alami untuk melepaskan panas, hal tersebut karena ibu akan mengeluarkan keringat lebih banyak.

Untuk melindungi air di dalam tubuh, bumil perlu minum air lebih banyak lagi. Karena pada saat Anda sedang mengalami demam, bayi dalam kandungan Anda juga kan ikut merasakannya.

  1. Komplikasi yang sangat serius

Efek lainnya dari dehidrasi selama kehamilan juga bisa menyebabkan penyakit lainnya seperti sembelit dan juga produksi ASI jadi tidak lancar. Selain itu, dehidrasi pada ibu hamil juga bisa mengakibatkan kerusakan pada ginjal.

Dehidrasi pun bisa mengakibatkan penurunan volume darah yang terdapat dalam tubuh ibu hamil dan kondisi ini sangat berbahaya untuk ibu serta janin yang ada di dalam rahimnya.

Itulah beberapa tanda dan bahaya dehidrasi bagi ibu hamil. Apabila ibu ingin terhindar dari semua masalah tersebut, sebaiknya penuhi semua kebutuhan tubuh ibu, terutama pasokan air ke dalam tubuh.

Seorang wanita yang sedang hamil harus minum setidaknya 10 sampai 12 gelas setiap harinya karena kebutuhan air di dalam tubuhnya meningkat secara signifikan selama periode kehamilan.

Selain itu, hindari minuman yang mengandung terlalu banyak gula dan kafein, karena minuman tersebut dapat menyebabkan dehidrasi berat.

Dengan pasokan air yang tercukupi, diharapkan sebagian besar ibu hamil dapat terbantu dalam mengurangi gejala-gejala morning sickness.

Demikian lah artikel kami kali ini, semoga bermanfaat 😉

Sumber

    https://www.alodokter.com/ini-bahayanya-dehidrasi-selama-kehamilan

    https://hellosehat.com/kehamilan/perkembangan-janin/bahaya-dehidrasi-pada-ibu-hamil/

    https://www.kehamilanku.web.id/2014/03/tanda-bahaya-dehidrasi-bagi-ibu-hamil.html

Baca Artikel Terkait Lainnya:

Jika Ada Pertanyaan, Silahkan Isi Kolom Komentar Disini yaaa ...

Konsultasikan Disini!!
error: Jangan Copas!! Mikil Sendili Dong :P