Penyakit Malaria – Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Malaria bukanlah penyakit sepele, Anda perlu tau berbagai gejalanya jika tidak ingin penyakit ini berkembang parah.

Yu, langsung saja cari tau apa itu Penyakit Malaria – Penyebab, Gejala, dan Bahayanya di Konsulgratis.com 😉

Penyakit Malaria - Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Malaria adalah penyakit yang disebabkan oleh parasit Plasmodium. Penyakit ini menyebar melalui gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi oleh parasit. Malaria bahkan dapat mematikan jika tidak segera ditangani dengan benar.

Infeksi malaria dapat terjadi cukup dengan satu gigitan nyamuk. Malaria sekali menular secara langsung dari satu orang ke orang lain.

Contoh kondisi penularan penyakit malaria adalah jika terjadi kontak dengan darah penderita atau janin dapat terinfeksi karena tertular dari darah sang ibu.

Ada 4 spesies parasit Plasmodium yang berkontribusi terhadap infeksi malaria pada manusia yaitu :

  1. Falciparum – Spesies yang terkait dengan bentuk infeksi paling parah, dan merupakan penyebab paling umum infeksi.
  2. Vivax – Spesies di antara yang paling umum terjadi.
  3. P Malariae – Spesies yang menyebabkan penyakit lebih ringan.
  4. Ovale – Spesies yang relatif jarang terjadi.

Infeksi bisa masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk Anopheles betina yang berfungsi sebagai vektor (pembawa).

Nyamuk tersebut dapat bertahan hidup di iklim tropis, dan hanya di iklim inilah penyakit tersebut ditularkan. Nyamuk itu sendiri mendapatkan parasit dengan menggigit orang yang terinfeksi.

Penyebab Penyakit Malaria

Malaria atau dikenal juga sebagai infeksi Plasmodium merupakan infeksi parasit yang berarti ia masuk ke dalam tubuh melalui gigitan nyamuk.

Meskipun parasit Plasmodium adalah penyebab utama dari infeksi, namun faktor lingkungan dan gaya hidup juga berperan penting.

Bagaimana Parasit menyebabkan Penyakit ?

Semua spesies parasit malaria mengakibatkan serangkaian peristiwa yang terjadi di seluruh tubuh, yang menghasilkan gejala infeksi.

Setelah nyamuk pembawa malaria menggigit seseorang, maka bentuk infektif dari parasit, dan sporozoit memasuki organ hati orang tersebut, dimana ia akan mereproduksi dan memasuki tahap batu dalam siklus hidupnya yaitu tahap merozoit.

Merozoit yang di produksi di dalam hati kemudian memasuki sel darah merah. Bentuk merozoit bereplikasi di dalam sel darah merah, menyebabkan mereka meledak dan melepaskan bahan kimia yang menghasilkan sebagian besar efek malaria.

Penyebab kurang Umum

Ada beberapa situasi yang dikaitkan dengan risiko penularan malaria yang lebih rendah seperti:

  • Kekurangan Sistem Kekebalan Tubuh

Anda bisa terinfeksi malaria bahkan jika Anda memiliki sistem kekebalan tubuh normal, namun orang yang memiliki kekurangan sistem kekebalan tubuh termasuk penderita HIV lebih mungkin mengalami efek infeksi yang parah.

Wanita yang sedang hamil berada pada peningkatan risiko infeksi malaria. Ada beberapa alasan yang dianjurkan untuk hal ini.

Termasuk sistem kekebalan tubuh yang menurun yang dapat mengaktifkan kembali infeksi sebelumnya atau sistem kekebalan tubuh yang lebih rendah.

Beberapa bayi mungkin terlahir dengan infeksi malaria dimana mereka memperoleh parasit dari ibu nya dan bukan dari vektor nyamuk.

  • Transfusi Darah

Ada laporan yang menyatakan jika infeksi malaria yang telah menyebar dari satu orang ke orang lain bisa melalui transfusi darah.

  • Faktor Gaya Hidup

Malaria adalah infeksi yang sebagian besar menyebar di wilayah geografis tertentu dengan iklim tropis dan air yang berlimpah, di mana vektor nyamuk yang membawa parasit bisa bertahan hidup.

  • Hidup di Daerah dengan Tingkat Malaria Tinggi

Tinggal di daerah yang terkenal dengan malaria secara substansial meningkatkan risiko untuk terkena infeksi.

  • Mengunjungi Wilayah dengan Tingkat Malaria Tinggi

Wisatawan yang mengunjungi daerah dengan tingkat malaria yang tinggi juga bisa terinfeksi, terutama karena wisatawan yang belum pernah terkena infeksi sebelumnya belum mengembangkan kekebalan terhadap kondisi tersebut.

  • Faktor Lingkungan

Beberapa faktor meningkatkan paparan terhadap malaria, termasuk kurangnya pakaian pelindung, akomodasi tidur yang terpapar, kurangnya penolak serangga, dan kurangnya imunisasi.

Gejala Penyakit Malaria

Gejala malaria biasa akan muncul di antara 1 sampai 2 minggu setelah tubuh terinfeksi. Dalam beberapa kasus yang jarang, gejala muncul setelah gigitan nyamuk itu terjadi.

Gejala umum dari penyakit malaria diantaranya:

  1. Demam
  2. Berkeringat
  3. Menggigil atau kedinginan
  4. Muntah
  5. Sakit kepala
  6. Diare
  7. Nyeri otot

Jika Anda telah mengalami beberapa gejala diatas, segera temui dokter agar dapat dilakukan diagnosis dan penangan secepatnya. Diagnosis malaria bisa dilakukan dengan mudah yaitu melalui tes darah yang sederhana.

Bahaya Penyakit Malaria

Malaria adalah penyakit yang berbahaya dan dapat menyebabkan kematian jika tidak segera ditangani. Penyakit ini juga dapat menimbulkan beberapa komplikasi.

Pada kondisi malaria yang parah, komplikasi bisa muncul hanya dalam hitungan jam atau hari setelah gejala awal.

Sesudah hasil diagnosis dikeluarkan dan terbukti menderita malaria, maka perlu melakukan penanganan dengan cepat.

Beberapa komplikasi yang dapat terjadi akibat malaria adalah:

  • Kekurangan cairan pada tubuh atau dehidrasi.
  • Malaria serebral yaitu komplikasi langka namun bisa menyebabkan pembengkakan.
  • Anemia parah yaitu kondisi dimana tubuh kekurangan sel darah merah yang berfungsi baik dalam membawa oksigen ke organ-organ tubuh.
  • Kegagalan fungsi organ tubuh, dimana malaria dapat mengakibatkan gagal ginjal, gagal hati, atau pecahnya organ limpa.
  • Gangguan pernapasan, penumpukan cairan dalam paru-paru atau edema paru bisa menyebabkan kesulitan bernapas.
  • Sindrom gangguan pernapasan akut (ARCDS).
  • Hipoglikemia, malaria yang parah dapat menyebabkan hipoglikemia atau kondisi gula darah rendah.
  • Jaundice atau penyakit kuning.

Komplikasi malaria dapat menyerang siapapun, termasuk ibu hamil. Jika Anda sedang hamil dan mengalami malaria, maka Anda berpotensi mengalami komplikasi serius.

Seperti: kelahiran prematur, pertumbuhan bayi dalam kandungan terganggu, berat badan bayi di bawah normal, keguguran, dan yang paling parah bisa menyebabkan kematian pada sang ibu dan bayi.

Sumber

    https://www.alodokter.com/malaria/komplikasi

    https://doktersehat.com/penyebab-gejala-dan-pencegahan-penyakit-malaria/

    https://www.verywellhealth.com/malaria-causes-and-risk-factors-4160670

Baca Artikel Terkait Lainnya:

Jika Ada Pertanyaan, Silahkan Isi Kolom Komentar Disini yaaa ...

Konsultasikan Disini!!
error: Jangan Copas!! Mikil Sendili Dong :P