Penyakit Gondok – Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Mendengar penyakit gondok, yang terbayang adalah benjolan besar yang tampak di leher. Padahal Gondok bisa terlihat dari gejalanya.

Agar tidak salah dalam memahami penyakit satu ini, yu cari tau info selengkapnya mengenai Penyakit Gondok  – Penyebab, Gejala, dan Bahayanya jika tidak diobati 😉

Penyakit Gondok – Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Penyakit Gondok adalah suatu kondisi dimana terjadi pembengkakan kelenjar tiroid. Kelenjar tiroid ialah organ tubuh berbentuk kupu-kupu yang terletak tepat di bawah jakun.

Kelenjar itu mempunyai fungsi penting yaitu untuk memproduksi hormon tiroid yang berperan dalam berbagai proses kimiawi yang terjadi di dalam tubuh.

Pada kondisi normal, kinerja kelenjar tiroid cenderung tidak kita sadari sama hal nya seperti organ-organ dalam yang lain.

Namun jika terjadi pembengkakan, kelenjar tiroid akan membentuk benjolan pada leher, dan benjolan itulah yang akan bergerak naik dan turun saat Anda menelan.

Ukuran benjolan pada penyakit gondok berbeda-beda pada setiap orang. Hampir pada sebagian besar kasus, penderita penyakit gondok tidak akan merasakan gejala apapun kecuali adanya benjolan di leher.

Jenis-jenis Penyakit Gondok

Gondok memiliki banyak penyebab, maka demikian terdapat berbagai jenis diantaranya:

  1. Koloid Goiter (Gondok Endemik)

Koloid Goiter berkembang dari kurangnya yodium yang merupakan mineral penting untuk produksi hormon tiroid.

Orang yang mengalami jenis gondok ini biasa tinggal di daerah yang langka akan yodium, seperti pegunungan.

  1. Gondok Tidak Beracun (sporadis)

Penyebab dari gondok tidak beracun ini biasa tidak diketahui, walaupun mungkin disebabkan oleh jenis obat-obatan seperti lithium yang biasa digunakan untuk mengobati gangguan mood, misalnya: gangguan bipolar.

Gondok tidak beracun tidak akan mempengaruhi pada produksi hormon tiroid, dan fungsi tiorid itu sendiri, serta mereka juga bersifat jinak.

  1. Gondok Beracun nodular atau Multinodular

Jenis gondok ini membentuk 1 atau lebih nodul kecil yang membesar. Nodul menghasilkan hormon tiorid mereka sendiri, dan mengakibatkan hipertioridisme.

Pada umum nya, jenis gondok ini terbentuk sebagai perpanjangan dari gondok sederhana.

Penyebab penyakit Gondok

Penyebab utama penyakit gondok adalah akibat dari kekurangan yodium. Yodium ini sangat penting untuk membantu tiroid menghasilkan hormon tiroid.

Saat Anda tidak mempunyai cukup yodium, maka tiroid akan bekerja ekstra keras untuk membuat hormon tiroid, dan menyebabkan kelenjar tumbuh lebih besar.

Penyebab lain penyakit gondok termasuk:

Penyakit Graves

Penyakit graves terjadi saat tiroid menghasilkan lebih banyak hormon tiroid dari biasanya atau yang dikenal sebagai hipertiroidisme.

Akibat dari produksi hormon yang berlebihan menyebabkan ukuran tiroid menjadi bertambah.

Penyakit Hashimoto

Saat Anda memiliki penyakit hashimoto, maka tiroid tidak akan menghasilkan hormon tiroid yang cukup dan menyebabkan hipotiroidisme.

Hormon tiroid yang rendah menyebabkan kelenjar pituitari membuat lebih banyak hormon perangsang tiroid (TSH), yang menyebabkan tiroid membengkak.

Peradangan

Beberapa orang mengembangkan tiroiditis yaitu peradangan tiroid yang bisa menyebabkan gondok.

Nodules

Kista padat atau yang mengandung cairan bisa muncul pada tiroid dan menyebabkannya membengkak. Nodul ini sering tidak bersifat kanker.

Kanker Tiroid

Kanker bisa mempengaruhi tiroid yang menyebabkan pembengkakan pada satu sisi kelenjar. Kanker tiroid tidak umum seperti pembentukan nodul jinak.

Kehamilan

Menjadi hamil terkadang juga bisa menyebabkan tiroid menjadi lebih besar.

Merokok

Asap tembakau yang di dalam nya mengandung senyawa tiosianat bisa memengaruhi kemampuan tubuh dalam menyerap yodium.

Gejala Penyakit Tiroid

Tidak semua penderita mengalami gejala. Tapi jika terjadi gejala, maka munculnya benjolan abnormal atau pembengkakan pada leher merupakan tanda utama yang dikeluhkan oleh pasien.

Ukuran benjolan gondok berbeda-beda. Benjolan yang berukuran kecil biasanya tidak menimbulkan keluhan apapun pada penderitanya.

Meskipun demikian, benjolan tersebut bisa mempengaruhi pernapasan dan menyebabkan penderita mengalami kesulitan menelan jika ukurannya bertambah besar.

Gejala-gejala lain yang mungkin menyertai pembengkakan, antara lain:

Jika Anda merasakan gejala-gejala diatas, terutama bagi penderita dengan benjolan yang terus membesar serta mengalami kesulitan bernapas atau menelan, ada baiknya jika Anda segera memeriksakan diri ke dokter.

Bahaya Penyakit Gondok

Jika penyakit gondok terlambat ditangani atau tidak ditangani dengan baik, maka gondok mungkin bisa menyebabkan beberapa komplikasi seperti berikut:

Penekanan Pita Suara (Trakea)

Hal ini bisa terjadi jika gondok berukuran cukup besar sehingga menekan jaringan sekitarnya, terutama trakea. Selain suara menjadi serak, pasien juga bisa mengalami kesulitan bernapas.

Sepsis

Sepsis atau infeksi darah bisa terjadi pada saat terjadi tiroid abses, yaitu kondisi di mana terdapat kumpulan nanah pada kelenjar tiroid.

Nyeri, Perdarahan, dan Kematian Jaringan

Ketiga hal tersebut bisa terjadi pada gondok jenis nodul.

Limfoma

Gondok yang multinodul (berjumlah lebih dari satu) dan gondok yang disebabkan oleh penyakit autoimun berisiko untuk mengalami transformasi keganasan pada kelenjar tiroid, yaitu limfoma.

Banyak gondok hilang dengan pengobatan, sementara yang lain bertambah besar. Bicaralah dengan dokter Anda jika gejalanya meningkat atau menjadi lebih buruk.

Jika tiroid Anda terus menghasilkan lebih banyak hormon daripada yang Anda butuhkan, ini dapat menyebabkan hipertiroidisme. Sedangkan jika tidak menghasilkan hormon yang cukup, maka dapat menyebabkan hipotiroidisme.

Sumber

    https://www.alodokter.com/penyakit-gondok

    https://www.healthline.com/symptom/goiter

Baca Artikel Terkait Lainnya:

Jika Ada Pertanyaan, Silahkan Isi Kolom Komentar Disini yaaa ...

Konsultasikan Disini!!
error: Jangan Copas!! Mikil Sendili Dong :P