Penyakit Autoimun – Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Penyakit Autoimun memang sudah sering terdengar, tapi mungkin masih sedikit orang yang memahami penyakit ini dan gejalanya.

Artikel kali ini akan mengulas informasi seputar Penyakit Autoimun – Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Simak baik-baik dan jangan lupa untuk Share ke semua teman Sosmed-mu 😉

Penyakit Autoimun – Penyebab, Gejala, dan Bahayanya

Penyakit Autoimun merupakan suatu kondisi dimana sistem kekebalan tubuh secara keliru menyerang pada tubuh sendiri.

Pada kondisi normal, sistem kekebalan tubuh menjaga tubuh dari serangan organisme asing, seperti bakteri dan virus.

Akan tetapi, pada seseorang yang mengalami penyakit autoimun, sistem kekebalan tubuh mereka melihat sel tubuh yang sehat sebagai organisme asing.

Hingga pada akhirnya sistem kekebalan tubuh akan melepaskan protein yang disebut autoantibodi untuk menyerang sel-sel tubuh yang sehat.

Penyebab Penyakit Autoimun

Penyebab pasti dari penyakit autoimun memang belum diketahui, tapi beberapa faktor di bawah ini bisa meningkatkan risiko seseorang untuk menderita penyakit autoimun:

Etnis

Umumnya beberapa penyakit autoimun menyerang pada etnis tertentu. Seperti, diabetes tipe 1 yang umumnya menimpa orang Eropa, sedangkan lupus rentan terjadi pada orang Afrika-Amerika dan Amerika Latin.

Gender

Wanita lebih rentan untuk terserang penyakit autoimun jika dibanding pria. Biasanya penyakit autoimun ini dimulai sejak pada masa kehamilan.

Lingkungan

Paparan dari lingkungan, seperti cahaya matahari, bahan kimia, infeksi virus dan bakteri, dapat menyebabkan seseorang terserang penyakit autoimun serta memperparah keadaannya.

Riwayat keluarga

Pada umumnya penyakit autoimun juga menyerang pada anggota keluarga yang lain. Walaupun tidak selalu terserang penyakit autoimun yang sama, namun mereka rentan terkena penyakit autoimun yang lain.

Gejala Penyakit Autoimun

Bagian yang sulit tentang penyakit autoimun yaitu bahwa gejala yang ditimbulkannya seringkali tidak terlihat, sulit untuk diketahui, atau mudah disalahartikan sebagai penyakit yang lebih umum seperti depresi, infeksi virus, atau stres jangka panjang.

Gejala penyakit autoimun bervariasi tergantung pada tingkat keparahan dan lokasi peradangan terkait, namun juga  ada tumpang tindih yang signifikan di antara banyak gangguan autoimun.

Selain itu, tidak jarang orang mempunyai lebih dari satu penyakit autoimun, sehingga membuat profil gejala seseorang menjadi lebih rumit.

Gejala awal dari banyaknya penyakit autoimun sangat mirip, seperti diantaranya:

Penyakit individu juga bisa mempunyai gejala uniknya sendiri. Seperti: penyakit diabetes tipe 1 bisa menyebabkan rasa haus yang ekstrem, penurunan berat badan, serta kelelahan. Sedangkan IBD bisa menyebabkan sakit perut, perut kembung, dan diare.

Dengan penyakit autoimun seperti psoriasis atau RA, gejalanya bisa datang dan pergi dengan sendirinya.

Periode gejala datang disebut dengan flare-up. Sedangkan periode saat gejala hilang disebut remisi.

Berikut ada beberapa contoh dari penyakit autoimun beserta gejalanya:

Lupus : bisa mempengaruhi hampir pada semua sistem organ dan menimbulkan gejala seperti: demam, nyeri sendi, ruam kulit, kulit sensitif, sariawan, bengkak pada tungkai, sakit kepala, nyeri dada, kejang, sesak nafas, pucat, dan perdarahan.

Penyakit Graves : bisa menyebabkan kehilangan berat badan, mata menonjol, gelisah, rambut rontok, dan jantung berdebar.

Psoriasis : bisa menyebabkan kulit bersisik.

Mutiple Sclerosis : bisa menyebabkan nyeri, lelah, otot tegang, gangguan penglihatan, dan kurangnya koordinasi tubuh.

Myasthenia Gravis : bisa menyebabkan kelelahan yang semakin parah dengan seiring aktivitas yang dilakukan.

Tiroiditis Hashimoto : bisa menyebabkan kelelahan, depresi, sembelit, peningkatan berat badan, kulit kering, dan sensitif terhadap udara dingin.

Kolitis Ulseratif dan Chron’s Disease : bisa menyebabkan nyeri perut, diare, BAB berdarah, demam, dan penurunan berat badan.

Rheumatoid Arthiritis : bisa menyebabkan nyeri sendi, radang sendi, dan pembengkakan.

Sindrom Guillain-Barre : bisa menyebabkan kelelahan hingga kelumpuhan.

Gejala penyakit autoimun bisa mengalami Flare yaitu timbulnya gejala secara tiba-tiba dengan derajat yang berat.

Flare ini timbul karena dipicu oleh suatu hal seperti paparan sinar matahari atau stres.

Bahaya Penyakit Autoimun

Terdapat lebih dari 80 jenis penyakit autoimun. Tetapi, hanya beberapa penyakit saja yang umum terjadi dan mungkin familiar di telinga.

Seperti penyakit diabetes tipe 1, rheumatoid arthritis (RA), psoriasis, multiple sclerosis, lupus, radang usus, myasthenia gravis, dan celiac.

Setiap penyakit autoimun tersebut tentunya menimbulkan gejala yang berbeda-beda. Hal ini karena sel-sel tubuh yang diserang oleh sistem kekebalan pada penyakit autoimun tersebut tidak sama.

Dengan kata lain, efek dari penyakit autoimun bereaksi di dalam tubuh dengan cara yang berbeda-beda tergantung dari jenis penyakitnya.

Selain itu, risiko seseorang untuk mengalami penyakit autoimun juga umumnya tidak selalu sama.

Jenis kelamin, lingkungan, sampai keturunan, merupakan beberapa faktor yang turut menentukan terjadinya penyakit autoimun, dilansir dari laman Healthline.

Hanya saja, sama halnya dengan jenis penyakit lainnya, efek dari penyakit autoimun pada tubuh tidak main-main.

Bahkan, penyakit ini bisa sampai membuat pengidapnya merasa tidak mampu melakukan aktivitas harian.

Jika kemudian ditemukan ada kasus kematian yang disebabkan oleh penyakit autoimun, seperti pada sebuah penelitian yang dimuat dalam American Public Health Association, maka hal itu tergantung dari kondisi kesehatan dan keparahan penyakit yang dialami.

Sumber

    https://www.alodokter.com/penyakit-autoimun

    https://health.uzone.id/apakah-penyakit-autoimun-itu-berbahaya-dan-berakibat-fatal

    https://www.verywellhealth.com/do-you-have-autoimmune-disease-symptoms-a-checklist-3232847

Baca Artikel Terkait Lainnya:

Jika Ada Pertanyaan, Silahkan Isi Kolom Komentar Disini yaaa ...

Konsultasikan Disini!!
error: Jangan Copas!! Mikil Sendili Dong :P