Ibu Hamil – Definisi dan Penyakit Terkait

Hallo Readers.. Selamat datang di situs yang selalu menyajikan informasi menarik dan terupdate yang tak lain yaitu KonsulGratis.Com

Pada kesempatan kali ini kami akan membahas informasi seputar kehamilan yang perlu wanita ketahui.

Apa disini ada yang sedang hamil? Jika ada, wajib banget nih menyimak artikel Ibu Hamil – Definisi dan Penyakit Terkait selama kehamilan. Agar bisa waspada dari sekarang yah Mom’s 😉

Ibu Hamil - Definisi dan Penyakit Terkait

Apa itu Kehamilan ?

Kehamilan merupakan proses yang terjadi pada masa pembuahan sampai melahirkan. Kehamilan dimulai dari prosedur sel telur yang dibuahi oleh sperma, lalu tertanam di dalam lapisan rahim, dan kemudian menjadi janin.

Kondisi ini dapat di indikasikan dengan hasil positif pada tes urin OTC (over the counter) dan dikonfirmasikan melalui tes darah, USG, deteksi detak jantung janin,atau X-ray.

Kehamilan berlangsung selama 9 bulan atau 40 minggu, terhitung dari tanggal menstruasi terakhir wanita.

Selama kehamilan 40 minggu ini secara konvensional dibagi menjadi tiga trimester, masing-masing tiga bulan dengan ciri-ciri perkembangan janin yang spesifik :

  • Trimester pertama (0-13 minggu) : Struktur tubuh dan sistem organ bayi berkembang.

Kebanyakan keguguran dan kecacatan lahir muncul selama periode ini, karena tugas yang paling penting dari diferensiasi sel janin dasar terjadi selama trimester pertama ini.

Sehingga setiap kerusakan yang dilakukan pada janin selama periode ini kemungkinan akan mengalami risiko tersebut.

Selain itu, beberapa wanita hamil pada trimester pertama ini akan mengalami “morning sickness” yaitu suatu bentuk mual yang biasanya lewat satu jam.

Saat kehamilan berlanjut, ibu dapat mengalami banyak perubahan fisik dan emosi, mulai dari peningkatan mood atau warna kulit yang gelap di berbagai area.

  • Trimester kedua (14-26 minggu) : Janin terus berkembang dan Anda dapat merasakan pergerakan pertama bayi.

Bagian fisiknya menjadi sangat berbeda dan setidaknya agar operasional. Selain itu, janin trimester kedua yang lahir prematur memiliki setidaknya ada beberapa peluang untuk bertahan hidup.

Dengan adanya bantuan dari perawatan medis terbaik, bayi prematur akan bertahan hidup meskipun penundaan perkembangan dan cacat lainnya dapat muncul kemudian.

  • Trimester ketiga (27-40 minggu) : Janin berkembang seutuhnya dan memasuki tahap akhir persiapan untuk melahirkan.

Ketika akhir kehamilan mendekati, mungkin wanita akan mengalami ketidaknyamanan ketika janin bergerak ke posisi di perut bagian bawah.

Edema (pembengkakan pada pergelangan kaki), nyeri punggung, dan masalah keseimbangan kadang-kadang dialami selama periode waktu ini.

Selama hari-hari terakhir kehamilan, beberapa wanita akan merasa tidak nyaman untuk melanjutkan aktivitas dengan kecepatan penuh. Meskipun laporan lain ini dapat meningkatkan energi tepat sebelum melahirkan.

Kehamilan akan berakhir setelah proses kelahiran dimulai.

Penyakit yang Terkait Selama Kehamilan

Saat hamil, kondisi kesehatan ibu akan menentukan sehat atau tidaknya pertumbuhan janin. Sebetulnya, kehamilan ini menjadi penyebab menurunnya daya tahan ibu yang kemudian memicu timbulnya beberapa penyakit.

Apa saja penyakit yang kerap muncul pada saat kehamilan?

  1. Anemia kehamilan

Anemia sering muncul pada kehamilan trimester pertama dan trimester ketiga. Bila ibu menderita anemia, dapat menyebabkan pertumbuhan janin buruk, lahir prematur, dan berat lahir rendah.

Anemia bisa menyebabkan mual-mual selama kehamilan. Gejala anemia yang terasakan adalah pucat, cepat lelah, rasa lemah, letih, pusing, sakit kepala, kurangnya nafsu makan.

Penyebab dari kondisi ini adalah kekurangan vitamin dan mineral seperti vitamin B12, asam folat, zat besi, dan lainnya.

  1. Toksoplasma

Toksoplasma merupakan parasit yang menyerang manusia lewat hewan hidup seperti kucing, anjing, dan kambing.

Bisa juga melalui daging yang tidak matang, dan sayur-sayuran serta buah-buahan mentah yang tidak dicuci.

Parasit ini dapat masuk ke dalam tubuh melalui kaki tanpa alas. Yang perlu diwaspadai adalah bila terinfeksi melalui kucing. Jadi, untuk bumil sebaiknya jauh-jauhlah dari kucing.

Gejalanya bisa berupa demam, sakit kepala, badan terasa lemas, pembengkakan getah bening, penglihatan menjadi terganggu, tubuh gemetar bahkan bisa terjadi kejang-kejang.

  1. Preklamsia

Preklamsia adalah tekanan darah yang tinggi pada ibu hamil, dan kelebihan kadar protein dalam urine (proteinuria).

Perbedaan tekanan darah akan mengakibatkan mengecilnya pembuluh darah di uterus, yang berfungsi memberi oksigen dan nutrisi pada janin. Akibatnya, perkembangan janin yang ada didalam kandungan pun menjadi terhambat.

  1. Plasenta Previa

Plasenta previa merupakan suatu kondisi plasenta (ari-ari) yang menutupi bagian bawah rahim. Terjadi pendarahan yang berlebih atau pendarahan di bagian bawah rahim.

Faktor risiko lainnya yang terkait yaitu abnormal implantasi (perlekatan tidak normal) dari plasenta. Yang dapat memperlambat perkembangan janin, cacat lahir, kelahiran prematur dan infeksi selama kehamilan.

Penyebab dari plasenta previa ini diantaranya :

  • Faktor usia
  • Usia muda rahim (lapisan endometrium belum sempurna)
  • Riwayat persalinan sering hamil dengan jarak kehamilan yang dekat
  • Keadaan rahim
  • Bekas kuret
  • Bekas operasi pada rahim
  • Kurang gizi.
  1. Kencing manis (gestational diabetes mellitus)

Kondisi ini berisiko tinggi sebagai akibat kadar gula atau glukosa dalam darah melebihi batas normal.

Diabetes pada masa kehamilan biasanya terjadi pada trimester kedua. Kondisi ini akan sembuh dengan sendirinya setelah melahirkan.

  1. Tekanan darah tinggi (Pregnancy Induced Hypertension)

PIH merupakan tekanan darah tinggi yang terjadi selama kehamilan.

Terutama terjadi pada wanita muda pada kehamilan pertama, kehamilan kembar, atau penderita diabetes, hipertensi kronis, eklampsia (bentuk yang parah akibat kehamilan hipertensi).

  1. Prematur Rupture of Membranes

Kondisi selanjutnya PROM yaitu pecahnya ketuban atau kantung ketuban sebelum persalinan tiba.

Apabila PROM berlangsung sebelum 37 minggu kehamilan, itu disebut Preterm Premature Rupture of Membranes (PPROM atau pecahnya ketuban terlalu dini).

Kondisi ini terbentuk akibat infeksi pada rahim, perawatan yang tidak tepat sebelum melahirkan, perdarahan vagina, penyakit menular seksual, atau kebiasaan yang tidak sehat seperti merokok atau minum alkohol.

Kondisi ini akan berakibat bayi memiliki berat lahir kecil, dan bayi memerlukan bantuan bernapas, melawan infeksi, serta mempertahankan suhu tubuh stabil.

  1. Hidroamnios

Hidroamnios yaitu keadaan kelebihan cairan ketuban di sekeliling janin. Keadaan ini bisa menyebabkan kelahiran prematur, cacat lahir, pecah ketuban maupun kantung ketuban, plasenta abruption serta tali pusar prolaps.

Penyebab lainnya adalah diabetes, gagal jantung, kelainan gastrointestinal, kegagalan bawaan, serta sindrom tranfusi kembar.

  1. Herpes

Herpes merupakan penyakit yang ditularkan melalui hubungan seksual selama kehamilan.

Selain dapat menyebabkan kanker leher rahim, juga dapat menyebabkan kelainan pada janin saat infeksi terjadi pada saat ibu hamil.

Penularan pada bayi dapat terjadi ketika saat proses kelahiran. Akibat kontak janin dengan leher rahim ibu yang terinfeksi herpes. Kelainan pada bayi bisa berupa radang otak, radang mata, radang hati, dan sebagainya.

  1. Hepatitis B

Hepatitis B dapat juga ditularkan dari ibu ke anak pada waktu proses melahirkan. Bisa berakibat serius pada anak dikemudian hari, seperti sirosis hati (pengerasan hati) dan kanker hati.

Beberapa risiko penyakit di atas kadang tidak menunjukkan gejala yang khusus, sehingga seringkali tidak disadari oleh ibu hamil. Hendaknya lakukan pemeriksaan rutin semasa kehamilan.

Dengan begitu bisa dideteksi dari mulai dini, agar proses pengobatannya dapat dilakukan secepatnya (:

Jika ada yang kurang dimengerti. Silahkan tulis pertanyaanmu di kolom komentar di bawah 😉

Sumber

    https://www.medicinenet.com/script/main/art.asp?articlekey=11893

    https://hellosehat.com/penyakit/kehamilan/

    https://www.cosmomom.net/penyakit-yang-menyerang-masa-kehamilan/

Baca Artikel Terkait Lainnya:

Jika Ada Pertanyaan, Silahkan Isi Kolom Komentar Disini yaaa ...

Konsultasikan Disini!!
error: Jangan Copas!! Mikil Sendili Dong :P