Gejala dan Faktor Penyebab Campak

Well, this is “campak” not “dicampakkan” ya.. so don’t get lost in your feeling, ok.. 😀

Baiklah, kita lupakan dulu sejenak permasalahan yang ada. Karena apa ? Karena untuk bisa memahami sesuatu, menjaga otak untuk tetap bersih adalah satu keharusan.

Pasalnya, kali ini kita akan masuk pada pembahasan lain, yaitu perihal “Gejala dan Faktor Penyebab Campak

Ok, simak dengan teliti dan jangan lupa happy and enjoy man-teman.. 😉

Gejala dan Faktor Penyebab Campak

Apa itu campak ?

Campak adalah suatu kondisi yang menggambarkan adanya infeksi virus menular yang bisa menimbulkan ketidaknyamanan bahkan tak jarang menimbulkan komplikasi yang cukup serius.

Pada dasarnya, setiap orang memiliki kemungkinan untuk terkena penyakit campak. Meskipun anak-anak yang lebih muda memang cenderung mendominasi infeksi penyakit yang satu ini.

Sebenarnya, penyakit campak bisa hilang dengan sendirinya meskipun tanpa atau dengan upaya pengobatan dalam kurun waktu sekitar 7 hingga 10 hari.

Akan tetapi, jika penyakit campak ini menyerang orang-orang yang memang belum pernah mengalami penyakit campak sebelumnya. Maka hasilnya akan lebih mengkhawatirkan.

Sementara itu, vaksinasi masih menjadi pencegahan penyakit campak yang cukup efektif di seluruh dunia.

Hal ini turut diperkuat dengan data dari WHO yang menyebutkan bahwa 2,6 juta orang yang belum mendapatkan vaksinasi meninggal setiap tahunnya akibat penyakit campak.

Tahukah Anda ?

Campak umumnya dimulai dengan gejala seperti seperti pilek yang timbul yang sekitar 10 hari setelah infeksi masuk ke dalam tubuh.

Untuk selanjutnya, gejala tersebut di ikuti dengan ruam yang bisa terjadi pada beberapa bagian tubuh atau bahkan bisa memenuhi seluruh bagian tubuh.

Faktanya..

Campak pernah menjadi salah satu infeksi yang paling umum di negara Amerika Utara, bahkan hampir setengah juga anak disana terinfeksi oleh penyakit tersebut setiap tahunnya.

Namun, pada awal tahun 1963, pembuatan vaksin campak mulai mengubah segalanya. Sehingga kasus campak yang ditemukan setiap tahunnya mulai berkurang.

Ya, saat ini penyakit campak di negara maju telah menjadi penyakit yang lebih jarang ditemui, namun penyakit tersebut masih menjadi masalah epidemi di negara-negara berkembang.

Meskipun sebagian besar penderita campak bisa sembuh, namun ada beberapa kasus penyakit yang bisa mengembangkan komplikasi yang cukup serius dan membahayakan.

Pada awal infeksi saja, jaringan otak dapat meradang (ensefalitis). Komplikasi sendiri bisa terjadi setelah penyakit berkembang dalam beberapa tahun, hingga menyebabkan kerusakan pada otak.

Pada dasarnya, penyakit campak adalah salah satu infeksi yang bisa dicegah penularannya. Salah satunya ialah dengan melakukan vaksinasi atau bisa pula dengan meningkatkan sistem imun tubuh.

Gejala Penyakit Campak

Selama 7 atau 14 hari setelah terjadinya infeksi, virus yang menjadi penyebab infeksi tidak menimbulkan gejala apapun. Inilah yang disebut dengan masa inkubasi.

Setelah masa itu selesai, maka penyakit campak akan mulai menunjukan eksistensinya dengan menimbulkan beberapa gejala awal, termasuk :

  1. Demam
  2. Mual dan muntah
  3. Pilek
  4. Mata merah
  5. Cenderung lebih mudah marah.

Setelah gejala awal tersebut muncul selang waktu 2 hari, maka gejala akan mulai berkembang dengan menghadirkan bintik-bintik kecil atau ruam kemerahan yang memiliki posisi tidak teratur.

Tentang Ruam Campak


Ruam tersebut memiliki titik pusat ke putih-putihan atau kebiru-biruan yang disebut dengan bintik konflik yang kerap muncul dibagian dalam pipi atau lebih dekat dengan gigi geraham.

Selang 2 hari kemudian ruam tersebut berkembang menjadi bercak coklat kemerahan mungkin akan muncul dibelakang telinga, dahi, wajah, bahkan dapat menyebar hingga area lengan dan kaki.

Ruam tersebut umumnya akan mulai memudar setelah 5 hari berselang. Setelah ruam benar-benar hilang, kulit mungkin akan terlihat kecokelatan dan lapisan kulit tersebut akan mengelupas dengan sendirinya.

Kabar baiknya adalah ruam yang ditimbulkan oleh penyakit campak tersebut tidak menimbulkan rasa gatal ataupun rasa sakit.


Hanya saja, beberapa orang penderita mungkin akan mengalami sensitivitas terhadap cahaya. Atau mungkin mereka juga akan mengalami mata kemerahan yang meradang.

Mungkin yang lebih mengkhawatirkan adalah, ketika puncak infeksi demam umumnya bisa mencapai angka 40 derajat celsius.

Untuk penularan sendiri, umumnya terjadi dalam 4 hari sebelum campak tersebut mengembangkan gejala dan 5 hari setelah gejala tersebut mulai bermunculan.

Penyebab Penyakit Campak

Campak adalah sejenis penyakit yang diakibatkan oleh virus bernama paramyxovirus.

Virus tersebut dapat ditularkan melalui tetesan kecil atau buih-buih air yang terbang ke udara ketika seseorang tengah bicara, batuk, bersin atau bahkan pada saat bernafas.

Tidak seperti virus lain yang bisa hidup dan bertahan dalam jangka waktu yang cukup lama pada benda mati. Virus campak ini justru tidak bisa bertahan pada benda-benda mati seperti gagang pintu atau toilet.

Namun tetap saja sangat disayangkan, penyakit memang sangat mudah ditularkan melalui cairan penderita yang berhamburan di udara.

Komplikasi

Lantas siapa saja orang-orang yang lebih mungkin mengembangkan penyakit komplikasi penyakit campak ??

Komplikasi penyakit campak cenderung mengintai beberapa kelompok tertentu, termasuk :

  1. Bayi yang berusia kurang dari 1 tahun
  2. Anak-anak dengan pola makan yang buruk
  3. Anak-anak dengan sistem kekebalan tubuh yang rendah termasuk penderita leukimia
  4. Remaja dan orang dewasa.

Adapun beberapa jenis komplikasi umum dari penyakit campak diantaranya ialah termasuk :

  1. Muntaber yang dapat menyebabkan dehidrasi
  2. Infeksi telinga tengah (otitis muda) yang dapat menimbulkan nyeri pada telinga
  3. Infeksi mata (kenjungtivis)
  4. Radang tenggorokan
  5. Infeksi saluran pernafasan termasuk pneumonia, bronkitis dan batuk croup
  6. Demam kejang.

Selain itu, adapula beberapa komplikasi penyakit campak yang lebih jarang terjadi, seperti :

  1. Infeksi hati (hepatitis)
  2. Juling
  3. Infeksi pada selaput otak (meningitis) dan sumsum tulang belakang
  4. Gangguan mata yang cukup serius hingga mengganggu fungsi saraf mata
  5. Masalah jantung dan sistem saraf
  6. Komplikasi otak.

Terlepas dari itu, Anda harus jauh lebih berwaspada jika Anda mengalami penyakit campak dalam masa kehamilan.

Karena apa ? Karena campak pada masa kehamilan berpotensi menyebabkan :

  1. Keguguran atau bayi dilahirkan dalam keadaan mati
  2. Bayi lahir prematur
  3. Bayi memiliki berat badan yang sangat rendah saat dilahirkan.

Nah.. itulah beberapa informasi perihal gejala dan penyebab penyakit campak yang penting sekali untuk Anda ketahui, agar tidak salah kaprah dalam mendiagnosa. Semoga bermanfaat dan terimakasih.

Sumber

    https://www.nhs.uk/conditions/measles/

    https://www.nhs.uk/conditions/measles/complications/

    https://medbroadcast.com/condition/getcondition/measles

    Baca Artikel Terkait Lainnya:

    Jika Ada Pertanyaan, Silahkan Isi Kolom Komentar Disini yaaa ...

    Konsultasikan Disini!!
    error: Jangan Copas!! Mikil Sendili Dong :P