Gejala dan Faktor Penyebab Asam Lambung

Hallo sobat setia KonsulGratis.com yang super duper kece.. Kalo boleh tahu, hari ini sobat ingin disuguhkan berita perihal apa hayo ??

Pasti sobat ingin tahu informasi seputar penyakit asam lambung yang menjengkelkan bukan ? Serius, sobat benar-benar tepat banget datang kesini. Karena apa ? Karena kali ini kami memang ingin menyuguhkan informasi perihal :

Gejala dan Faktor Penyebab Asam Lambung

Jangan salah memahami kondisi yang terjadi pada tubuh ya sobat, agar sobat juga tak salah dalam memilih upaya pengobatan. Dari pada asal tebak, mending cari tahu kebenarannya langsung aja yuk sobat ?

Scroll down and check result sobat.. 😉

Gejala dan Faktor Penyebab Asam Lambung

Penyakit asam lambung atau yang juga dikenal dengan istilah GERD (gastrosophageal reflux disease) merupakan suatu kondisi kronis atau jangka panjang.

Yaitu dimana cairan asam lambung kembali naik kekerongkongan melalui katuf esofagus yang memang tengah mengalami kelemahan fungsi.

Dan tak jarang, banyak sekali orang yang mengalami gastroesophageal refluks (GER atau naiknya cairan asam lambung) tanpa memiliki penyakit GERD.

Namun jika refluks asam lambung persisten tersebut terjadi bahkan lebih dari 2 kali dalam seminggu. Maka kondisi tersebut baru didiagnosis sebagai penyakit GERD.

Jadi bisa disimpulkan bahwa GERD merupakan kejadian GERD dalam jangka panjang yang terjadi secara teratur.

Fakta Cepat Perihal Penyakit Asam Lambung :

  1. Asam lambung yang naik kekerongkongan dapat menyebabkan kerusakan jaringan yang cukup berbahaya.
  2. Penyakit asam lambung dapat terjadi ketika katup disfungsional dibagian atas lambung dan dibagian bawah espfagus.
  3. Menjaga keseimbangan berat badan, berhenti merokok dan meminimalisir stres dapat membantu mengurangi resiko penyakit asam lambung.
  4. Mengobati penyakit asam lambung akan melibatkan penggunaan inhibitor pompa protein, antasida serta perubahan pola gaya hidup.

Lantas Apa itu Penyakit Asam Lambung ?

Penyakit asam lambung sendiri digambarkan dengan suatu kondisi dimana sphincter dibagian atas perut tidak menurut dengan benar.

Sehingga mengakibatkan isi atau cairan dari asam lambung kembali mengalir ke atas.

Atau juga digambarkan dengan suatu kondisi dimana cairan asam lambung menetap dan secara bertahap akan mulai naik dan mengalir melalui esofagus ke kerongkongan.

Kerongkongan sendiri adalah pipa makanan atau tabung yang berfungsi untuk mengangkut makanan dari mulut menuju lambung.

Asam lambung yang naik ke pada esopagus ini jelas akan mengakibatkan berbagai kondisi atau gejala yang menjengkelkan termasuk sensasi heartburn, yang mungkin akan merusak jaringan.

American College of Gastroenterology mengatakan bahwa setidaknya ada hampir sekitar 15 juta orang Amerika atau sekitar 20% dari total keseluruhan penduduk Amerika mengalami sensasi heartburn dalam setiap harinya.

Heartburn sendiri merupakan sensasi perih atau sensasi terbakar pada ulu hati, yang kondisinya akan semakin memburuk ketika Anda merunduk termasuk berbaring.

Gejala Penyakit Asam Lambung

Gejala utama yang kerap di timbulkan oleh penyakit asam lambung ialah mulas.

Mulas sendiri adalah suatu kondisi yang menimbulkan rasa tidak nyaman yang dirasakan di belakang tulang dada atau lebih menyerupai sensasi terbakar (heartburn).

Dan kondisi tersebut jelas akan semakin memburuk jika seorang penderitanya sekedar membungkuk atau bahkan berbaring serta setelah selesai makan.

Namun meskipun demikian, penyakit asam lambung juga kerap menimbulkan gejala lainnya yang termasuk :

  1. Mual dan muntah
  2. Bau mulut
  3. Masalah pada sistem pernafasan
  4. Kesulitan untuk menelan
  5. Regurasi makanan atau cairan asam
  6. Sensasi benjolan di tenggorokan.

Baca Juga : Pantangan dan Anjuran Makanan Sehat untuk Penderita Asam Lambung

Penyebab Penyakit Asam Lambung

Refluks asam lambung yang terjadi sesekali merupakan suatu kondisi yang sangat umum.

Dan kerap terjadi ketika seseorang berbaring setelah makan, mengonsumsi makanan secara berlebih, atau mengonsumsi beberapa jenis makanan tertentu yang akan memicu kondisi tersebut.

Namun refluks asam rekuren atau refluks yang didiagnosis sebagai penyakit asam lambung umumnya diakibatkan oleh beberapa penyebab lain.

Termasuk pula beberapa resiko yang akan meningkatkan kemungkinan terjadinya serta memiliki kemungkinan untuk mengembangkan komplikasi yang jauh lebih serius.

Penyakit asam lambung tersebut dapat terjadi pada siapa saja dari berbagai jenis golongan usia. Bahkan terkadang mereka terjadi tanpa alasan yang tidak diketahui secara pasti.

Singkatnya, penyakit asam lambung adalah suatu kondisi yang terjadi ketika sfingter dibagian bawah esofagus dan diatas lambung menjadi lemah atau terbuka pada waktu yang tidak tepat.

Faktor Resiko

Penyakit asam lambung sendiri, cenderung lebih sering terjadi pada orang yang :

  1. Kelebihan berat badan (obesitas), sehingga menimbulkan tekanan berlebih pada otot perut.
  2. Masa kehamilan, yang menyebabkan adanya penekanan berlebih pada perut oleh janin.
  3. Mengonsumsi obat tertentu, termasuk obat asma, antihistmin, sedatif, antidepresan dan calcium channel blocker.
  4. Merokok atau kerap terpapar asam rokok (perokok pasif).
  5. Mengidap penyakit hernia hiatal atau suatu kondisi dimana terjadi pembukaan pada diapragma yang mengakibatkan bagian perut bawah bergerak naik ke atas dada.

Komplikasi

Penyakit asam lambung yang tak mendapatkan upaya penanganan yang tepat, maka besar kemungkinan akan mengembangkan suatu kondisi lain yang jauh lebih buruk.

Dan kondisi tersebut lebih dikenal dengan istilah komplikasi. Komplikasi pada penderita penyakit asam lambung sendiri meliputi :

  1. Esophagitis atau peradangan pada esofagus.
  2. Esofagus barret atau sel pada esofagus berubah menyerupai sel yang mirip dengan lapisan usus, dan memiliki kemungkinan untuk mengembangkan penyakit kanker.
  3. Striktur esofagus atau suatu kondisi yang menyebabkan esofagus menjadi sempit sehingga sulit untuk menelan.
  4. Masalah pernafasan, termasuk kemacetan dada, suara menjadi serak, laringitis dan radang paru-paru atau pneumonia.

Sumber

    https://www.medicalnewstoday.com/articles/14085.php

Baca Artikel Terkait Lainnya:

Jika Ada Pertanyaan, Silahkan Isi Kolom Komentar Disini yaaa ...

Konsultasikan Disini!!
error: Jangan Copas!! Mikil Sendili Dong :P