Dampak Obesitas Waktu Hamil bagi Perkembangan Anak

Hallo guys ! Berjumpa lagi dengan kami KonsulGratis.Com. Untuk Anda yang baru berkunjung kami ucapkan Selamat Datang, semoga informasi yang kami sajikan dalam situs ini bermanfaat bagi Anda semua (:

Kali ini, saya sebagai Author akan membawakan informasi seputar kehamilan yang tentunya sangat Wajib diketahui oleh semua wanita, khususnya ibu hamil.

Pembahasan kali ini mengenai Dampak Obesitas Waktu Hamil bagi Perkembangan Anak. Untuk lebih jelasnya, simak artikel ini sampai selesai ya 😉

Dampak Obesitas Waktu Hamil bagi Perkembangan Anak

Obesitas saat kehamilan sering dialami ibu hamil, karena pada masa ini tubuh sedang dalam titik paling sensitif, baik secara fisik maupun emosional.

Hal ini disebabkan karena perubahan hormon yang mempengaruhi hampir seluruh metabolisme tubuh sehingga muncul perubahan yang tak lazim pula.

Salah satu perubahan yang terjadi adalah bertambahnya berat badan dari bulan ke bulan. Hal tersebut dianggap wajar jika masih dalam batas normal, tapi obesitas pada ibu hamil justru dapat memengaruhi perkembangan janin.

Sebuah penelitian ilmiah dapat membuktikan bahwa obesitas pada ibu hamil dapat mempengaruhi pertumbuhan dan juga perkembangan bayi yang ada di dalam kandungannya pada saat lahir kelak.

Bahaya obesitas pada saat hamil bagi perkembangan anak ini telah diteliti oleh para ilmuan dari University of lowa.

Mereka melakukan perbandingan dengan mengukur berat dan juga tinggi badan bayi yang lahir dari seorang ibu obesitas dengan bayi yang lahir dari seorang ibu dengan berat badan normal.

Bertentangan dengan apa yang diharapkan oleh para ilmuan, ternyata bayi yang lahir dari ibu dengan obesitas memiliki berat badan dan tinggi badan yang kurang jika dibandingkan dengan bayi yang lahir dari ibu dengan berat badan normal.

Tapi, selain berat badan dan tinggi badan yang menjadi masalah. Berikut ini adalah beberapa dampak obesitas pada ibu hamil lainnya yang dapat mempengaruhi anak.

Dampak Obesitas Waktu Hamil bagi Perkembangan Anak

  1. Bayi lahir cacat

Bayi yang lahir dari ibu dengan obesitas 3,5 kali lebih mungkin mengalami cacat pada saraf otak akibat tidak berkembangnya sistem tabung saraf (spina bifida). Selain itu, bayi juga akan berpeluang menderita kelainan jantung sejak lahir.

Peluang buruk lainnya yaitu bayi lahir dengan cleft lip (bibir sumbing), atau cleft palate (celah langit-langit mulut), hydrocephalus (ukuran kepala lebih besar daripada ukuran normal).

  1. Mengidap diabetes gestasional

Ibu hamil dengan obesitas akan berpeluang mengalami diabetes gestasional dan ini mengakibatkan tubuh janin menjadi lebih besar (macrosomia).

Bila tubuh janin sangat besar, sang ibu akan mengalami masalah saat melahirkannya. Selain itu, peluang besar ibu akan mengalami trauma atau cedera pada proses persalinan.

Selain itu, ada peluang ibu hamil akan mengalami preeklampsia (meningkatnya tekanan darah disertai kejang-kejang).

  1. Lebih lama memproduksi ASI

Menurut sebuah studi, ibu menyusui yang memiliki berat badan berlebih memerlukan waktu satu hari untuk memproduksi ASI. Selain itu, Ibu pun akan sulit meletakkan bayi pada posisi yang pas saat menyusu.

  1. Nyawa terancam saat operasi caesar

Dalam tubuh ibu hamil dengan obesitas terdapat lebih banyak lemak yang menempel pada dinding perut dan membuatnya menjadi lebih tebal.

Hal ini akan membuat lebih banyak pembuluh darah yang mengalir pada dinding perut. Saat bagian ini dibelah untuk mengeluarkan bayi, akan ada lebih banyak darah yang keluar.

Sehingga ibu bisa saja mengalami komplikasi akibat kehabisan darah, yang kemudian dapat mengancam jiwa.

  1. Bayi meninggal dalam kandungan (stillbirth)

Seorang ibu hamil dengan obesitas akan memiliki peluang besar risiko stillbirth. Hal ini dikarena tubuh ibu hamil menarik lebih banyak darah, sehingga aliran darah ke janin menjadi berkurang.

Penelitian itu juga menyimpulkan bahwa obesitas menjadi salah satu faktor utama penyebab stillbirth.

  1. Bayi berpeluang menderita asma saat dewasa nanti

Sebuah penelitian oleh para ilmuan dari Children’s Hospital of Pittsburgh mengungkapkan, anak yang lahir dari ibu yang akan berpeluang memiliki asma walaupun lahir dengan berat yang normal.

Meski keluarga tidak memiliki riwayat penyakit asma, bukan berarti bayi akan aman dari dampak obesitas. Bisa saja ia menunjukkan gejala lain seperti asma.

Itulah beberapa bahaya obesitas saat hamil bagi perkembangan anak. Jadi sepatutnya Anda harus persiapkan diri dengan baik sebelum memasuki masa kehamilan.

Selain itu, penting juga bagi semua ibu hamil untuk menjaga kesehatan dan berkonsultasi pada dokter secara rutin. Ini semua harus Anda lakukan untuk mencegah berbagai hal yang tidak diinginkan.

Sekian & Terimakasih 😉

Sumber

    https://id.theasianparent.com/ini-dia-7-dampak-obesitas-pada-ibu-hamil/

    https://www.kehamilanku.web.id/2014/03/dampak-obesitas-waktu-hamil-bagi-perkembangan-anak.html

    https://www.orami.co.id/magazine/4-dampak-obesitas-pada-ibu-hamil-bagi-perkembangan-janin/

Baca Artikel Terkait Lainnya:

Jika Ada Pertanyaan, Silahkan Isi Kolom Komentar Disini yaaa ...

Konsultasikan Disini!!
error: Jangan Copas!! Mikil Sendili Dong :P