Cara Mengobati Sakit Gusi yang Berkepanjangan

Selamat Datang, KonsuLGratis.com kembali lagi dan kali ini kita akan membahas mengenai Cara Mengobati Sakit Gusi yang Berkepanjangan.

Yap, permasalahan di mulut memang tidak melulu sariawan ataupun sakit gigi. Gusi yang merupakan bagian mulut yang terdiri dari banyak jaringan yang sifatnya sensitif.

Maka tak heran, gusi sering mengalami rasa sakit yang dapat membuat kita tidak nyaman saat menyanap makanan.

Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya kita cermati penjelasan berikut ini..

Cara Mengobati Sakit Gusi yang Berkepanjangan

Gusi memiliki jaringan yang secara alami bersifat lunak dan sensitif. Hal tersebut dapat memancing beragam kondisi yang menyebabkan sakit gusi.

Rasa sakit tersebut juga biasa dirasakan diantara gigi dan gusi, bahkan dalam beberapa kasus, gangguan ini mungkin dapat menyerang bagian belakang mulut yang menyebabkan rasa sakit.

Sakit gusi dapat menyebabkan pembengkakan dan pendarahan meskipun kondisi ini tidak selalu memiliki gejala yang dapat dilihat.

Disamping itu, rasa sakit cenderung meningkat ketika Anda membersihkan mulut atau menyikat gigi.

Hal tersebut juga dapat bermula dari penggunaan obat kumur keras terutama yang mengandung alkohol.

Kondisi Mulut yang Berkaitan dengan Sakit Gusi

Gingivitis

Gingivitis adalah bentuk penyakit ringan dari penyakit gusi yang cukup umum.

Kondisi ini menyebabkan peradangan, kemerahan dan iritasi pada gusi terutama disepanjang bagian bawah gigi.

Gingivitis dapat membuat gusi mudah sobek dan berdarah yang menyebabkan rasa sakit. Gejala yang mengiringi gingivitis ini diantaranya:

  • Gusi mundur
  • Nyeri gusi
  • Bau mulut
  • Gusi yang terlihat bengkak

Gingivitis biasanya disebabkan oleh kebersihan mulut yang buruk misalnya akibat tidak menggosok gigi secara teratur.

Meskipun bukan merupakan kondisi yang serius, namun gingivitis dapat dengan cepat berkembang menjadi bentuk penyakit gusi yang lebih serius.

Oleh karenanya gangguan ini harus ditangani secepat mungkin.

Sariawan

Sariawan disebabkan oleh infeksi jamur yang menyerang mulut. Hal tersebut dapat melibatkan pertumbuhan jamur berlebih yang disebut dengan Candida.

Candida adalah jenis jamur yang sama yang mengakibatkan infeksi jamur vagina.

Sariawan sangat umum pada bayi, orang dewasa dan orang-orang yang menghabiskan banyak waktu di rumah sakit.

Sariawan ditandai oleh bintik putih yang ditemukan di lidah atau pipi bagian dalam. Beberapa orang menggambarkan bintik putih tersebt terlihat seperti keju cottage.

Kadang-kadang bintik-bintik ini dapat menyebar ke gusi, amandel, atau atap mulut.

Jika kondisi ini sampai menyerang mulut, Anda mungkin akan merasa sakit dan iritasi. Sariawan dapat disembuhkan dengan mengonsumsi obat antijamur.

Periodontitis

Periodonititis adalah bentk sakit gusi yang lebih serius yang perkembangannya dapat berasal dari radang gusi yang tidak diobati.

Kondisi ini juga merupakan  infeksi yang disebabkan oleh penumpukan plak yang menyerang jaringan dan tulang yang mendukung gigi.

Hal ini menyebabkan gusi mengalami kemuduran dan membuat gigi menjadi longgar.

Meskipun biasanya berkembang perlahan, namun periodonititis juga dapat datang dengan cepat.

Periodonititis ditanai dengan nyeri gusi yang juga dapat menyebabkan:

  • Pembengkakan gusi
  • Gusi merah atau ungu
  • Gusi berdarah
  • Abeses gusi
  • Celah baru diantara gigi kerena gusi yang menyusut
  • Nyeri ketika mengunyah
  • Bau mulut
  • Perubahan gigitan

Untuk mengobat periodonititis dibutuhkan 2 metode yang keduanya dapat membantu menghilangkan bakteri yang terdapat di gusi.

Penyebab Sakit Gusi

Penyebab Sakit Gusi Pada wanita

  • Perubahan Hormon

Sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan perubahan hormon banyak sekali, pada wanita biasanya dipengaruhi oleh pil KB dan remaja yang memasuki masa pubertas.

Perubahan ini  dapat mengubah cara tubuh dalam memasok darah menuju gusi Anda.

Hal tersebut membuat jaringan gusi lebih sensitif dan rentan terhdap kerusakan dan iritasi.

Hormon juga bisa memengaruhi cara tubuh merespon sejumlah racun yang dihasilkan oleh penumpukan plak.

Gejala yang muncul pada gusi yang berkaitan dengan peruahan hormon diantaranya gusi bengkak, gusi merah, gusi berdarah dam sakit gusi.

  • Kehamilan

Selama kehamilan hormon dalam tubuh Anda mengalami overdrive yang dapat menyebabkan masalah di mulut.

Peningkatan progesteron dapat memengaruhi cara tubuh untuk mengatasi racun dan bakteri yang dikeluarkan oleh plak yang dapat meningkatkan resiko infeksi.

Gingivitis adalah jenis penyakit gusi yang sangat umum pada wanita hamil.

Peningkatan aliran darah menuju gusi menyebabkan perubahan hormon yang menyebabkan iritasi, pembengkakan dan rasa sakit.

Dari kondisi tersebut Anda juga akan mengalami sakit gusi, gusi berdarah, gusi merah dan gusi bengkak.

Sakit gusi yang berkaitan denga kehamilan biasanya akan menghilang setelah melahirkan dan ketika hormon kembali ke level yang aman.

  • Menopause

Menopause dapat mengakibatkan banyak perubahan di seluruh tubuh termasuk mulut.

Adanya perubahan rasa, sensasi terbakar di mulut, lebih sensitif pada makanan yang panas dan dingin serta penurunan air liur yang menyebabkan mulut kering.

Dimana air liur bertanggung jawab untuk melembabkan mulut dan menghilangkan racun dan bakteri yang dihasilkan oleh plak.

Tidak memiliki air liur yang cukup dapat meningkatkan resiko pengembangan periodonitis.

Hal tersebut juga dapat meningkatkan sensitivitas gusi menyebabkan rasa sakit dan peradangan.

Penyebab Lain

  • Canker Sore

Canker sore adalah luka kecil yang dapat berkembang pada atau dibawah lidah, di dalam bibir dan pipi serta di dasar gusi.

Kondisi ini terlihat seperti titik putih kecil dan cenderung terasa lunak yang dapat muncul sendiri atau dalam kelompok kecil.

Kebanyakan, kondisi ini dapat menghilang dengan sendirinya dalam beberapa hari.

Sementara itu, Anda dapat mencoba menggunakan analgesik oral untuk menghilangkan rasa sakit tersebut.

  • Peralatan gigi

Peralatan gigi seperti kawat gigi, gigi palsu, retainer, pelindung mulut dapat menyebabkan iritasi gusi.

Ketika perangkat tersebut rusak atau tidak pas ketika di pakai, mereka dapat menyebabkan gesekan yang merusak jaringan gusi yang halus.

Selain gusi yang sakit, Anda mungkin juga melihat bekas pada gusi yang ditinggalkan oleh perangkat tersebut.

Iritasi gusi juga dapat disebabkan oleh bahan kimia yang ada dalam produk untuk membersihkan mulut atau perangkat gigi lainnya.

Jika gejala yang dirasakan terus bertambah, Anda disarankan untuk mengganti pembersih mulut.

Mengganti pembersih juga bisa Anda lakukan jika gejala yang muncul bertambah parah.

Gejala Sakit Gusi

Seperti namanya, kondisi ini ditandai dengan sakit gusi yang bisa bervarisi tergantung pada penyakit, gangguan dan kondisi yang mendasarinya.

Beberapa gejala yang mengiringi gusi ini diantaranya:

  • Bau mulut
  • Gusi berdarah
  • Tampilan gusi merah atau merah-ungu cerah
  • Gusi yang tidak nyaman dan sensitif
  • Luka mulut yang menyakitkan
  • Gusi mundur
  • Gusi bengkak

Gejala lain yang mungkin terjadi bersama dengan sakit gusi yang mungkin disertai dengan gejala yang berhubungan dengan sistem tubuh lain diantaranya:

  • Pendarahan
  • Kehilangan gigi atau gigi mengendur
  • Mual
  • Pembengakakan kelenjar getah bening di bawah rahang atau sepanjang leher
  • Nyeri lidah
  • Merasa lemas, lelah dan pusing

Gejala yang mengidikasikan kondisi serius

Pada beberapa kasus, sakit gusi mungkin terjadi dengan gejala lain yang mengindikasikan kondisi yang harus di evaluasi langsung.

Beberapa gejala yang dimaksud diantaranya kesulitan menelan dan bernapas, demam tinggi dan kehilangan gigi.

Komplikasi Sakit Gusi

Komplikasi biasanya berasal dari beberapa kondisi yang berhubungan dengan sakit gusi tadi.

Jika Anda mengembangkan gingivitis dan penumpukan plak atau karang gigi tidak dikeluarkan maka dapat menyebabkan periodontitis.

Anda mungkin mengembangkan komplikasi lebih jauh jika tidak mengobati kondisi tersebut seperti:

  • Abses gusi berulang adalah sekumpulan nanah yang menyakitkan
  • Peningakatan kerusakan ligamen periodontal yang merupakan jaringan yang menghubungkan gigi ke soket
  • Peningakatan kerusakan dan kehilangan tulang alveolar, tulang di rahang yang berisi soket gigi
  • Gusi mundu
  • Gigi longgar
  • Kehilangan gigi

Gingivitis Ulseratif Nekrosis Akut

Jika Anda memiliki gingivitis ulseratif nekrosis akut dan tidak diobati maka, akan menyebakan komplikasi yang lebih parah.

Infeksi tersebut dapat menyebar ke semua area gusi dan tulang alveolar disekitar gigi. Hal ini dapat menyebabkan:

  • Gusi diantara gigi benar-benar hancur
  • Ulkus besar (luka terbuka) meninggalkan lubang permanen di gusi
  • Gigi yang longgar dan tidak stabil

Ketika Anda pertama kali menderita kondisi tersebut dan tidak diobati dengan benar, maka kondisi serupa dapat terjadi di masa yang akan datang.

Hal tersebut juga dapat memicu bau mulut berkepanjangan, gusi berdarah serta kemunduran gusi secara bertahap.

Pada kasus yang jarang, gingivitis ulseratif nekrosis akut dapat menyebabkan ganggren yang menyerang bibir dan pipi.

Komplikasi Lain

Penyakit gusi juga telah dikaitkan dengan peningkatan resiko sejumlah kondisi kesehatan lainnya termasuk penyakit kardiovaskular dan infeksi paru.

Jika Anda menderita kondisi ini selama kehamilan, bisa saja mengakibatkan lahir prematur dan memiliki bayi dengan berat lahir yang rendah.

Meskipun dapat meningkatkan resiko penyakit tersebut, namun s ampai saat ini masih belum ada bukti yang jelas mengenai penyakit gusi yang secara langsung mengarah pada kondisi yang disebutkan di atas.

Makanan yang Baik untuk Penderita Sakit Gusi

  • Bawang putih

Bawang putih telah terbukti menjadi makanan fantastis yang dapat menyehatkan gusi karena dapat mentralisir bakteri di mulut.

Sifat antimikroba yang dimilikinya juga menargetkan jenis bakteri paling umum yang menyebabkan penyakit gusi dan gigi berlubang.

Anda bisa menambahkan bumbu dapur ini pada sejumlah makanan favorit Anda.

  • Sayuran Hijau

Sayuran seperti kale dan bayam adalah jenis sayur yang dapat menyehatkan mulut.

Makanan tersebut juga mengandung vitamin C yang meningkatkan produksi sel darah merah dan mengurangi peradangan.

Dimana kedua manfaat ini dapat memerangi iritasi dan penyakit gusi.

Ketika mengonsumsi sayuran hijau, biasanya membutuhkan waktu lebih banyak untuk mengunyahnya karena mengandung serat yang tinggi.

Kandungan tersebut sangat baik untuk gusi karena ketika proses mengunyah terjadi dapat menghasilkan air liur yang banyak.

Dengan begitu, mengonsumsi sayuran hijau dapat menghilangkan partikel makanan, bakteri dan plak yang menempel pada gigi dekat garis gusi.

Mengubah pola makan dengan mengonsumsi lebih banyak sayur dapat membuat sakit gusi teratasi.

  • Teh Hijau

Ada beberapa penelitian yang menunjukan bahwa teh kaya antioksidan ini dapat membantu mencegah peradangan pada tubuh.

Teh hijau memiliki antioksidan spesifik yang disebut dengan katekin, yang membantu gusi melawan peradangan yang disebabkan oleh salah satu jenis bakteri oral yang bertanggung jawab untuk penyakit gusi.

Cobalan untuk meminum 1 cangkir teh hijau setiap hari untuk meningkatkan kesehatan gigi.

  • Paprika dan Buah Citrus

Kandungan vitamin C juga tinggi dalam beberapa sayuran seperti paprika dan buah citrus seperti jeruk, kiwi, nanas dan stroberi.

Tambahkan makanan-makanan tersebut pada menu diet yang dapat bermanfaat sebagai vitamin anti-inflamsi.

Anda dapat mengolah bahan-bahan tersebut menjadi smoothie, dicampurkan dengan yogurt dan ditambahkan pada salad.

  • Jamur Shiitake

Lentinan adalah senyawa antibakteri yang ditemukan di dalam jamur shiitake dan dapat menghalau penumpukan plak bakteri di mulut.

Jenis bakteri ini berkembang biak di tempat yang sulit dijangkau di mulut seperti di sela-sela gigi dan di sepanjang garis gusi.

Penumpukan tersebut dapat menyebabkan iritasi dan berujung pada gingivitis dan penyakit gusi.

  • Seledri, Wortel dan Apel

Makanan yang renyah sangat bagus untuk mengikis plak makanan yang menempel.

Makanan keras seperti seledri, wortel dan apel yang masuk ke sela-sela gigi dapat membersihkan kotoran yang ada di dalamnya.

Buah dan sayuran yang renyah juga tinggi akan fiber yang lagi-lagi jenis makanan yang mengandung fiber membutuhkan waktu yang lama untuk mengunyah sehingga dapat menghasilkan air liur yang banyak.

Air liur sangat baik untuk membersihkan mulut dari bakteri dekat garis gusi.

Cukup tambahkan makanan ini pada menu diet sehari-hari sebagai snack untuk membantu menghilangkan partikel makanan.

  • Susu, Yogurt dan Keju

Produk susu juga sangat baik untuk kesehatan gigi karena mereka tinggi akan kalsium.

Mineral tersebut membantu menguatkan tulang serta baik untuk kesehatan gusi.

Selain mineral, prosuk susu juga dilengkapi dengan protein yang disebut dengan casein.

Kandungan tersebut sering ditemukan dalam kebanyakan produk susu yang membantu mentralisir asam mulut yang dihasilkan oleh bakteri.

Asam ini dapat merusak email gigi dan jaringan gusi dan menyebabkan iritasi.

Tambahkan susu ke dalam sejumlah makanan sehat dan konsumsi secangkir susu setiap hari atau mengonsumsi makanan ringan yang mengandung keju, susu atau yogurt.

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Sakit Gusi
  • Soda

Soda tinggi akan asam dan gula yang keduanya dapat membahayakan gigi. Asam dapat merusak enamel gigi, memungkinkan bakteri  untuk tumbuh dan membusuk.

Gula juga sama tidak baiknya karena bakteri yang ada dalam plak sangat menyukai gula.

Kandungan gula yang dimakan oleh bakteri akan diubah menjadi asam sehingga dapat menyebabkan kerusakan gigi dan gusi lebih lanjut.

  • Jus Buah

Jus buah mengandung beberapa vitamin sehat namun tidak baik untuk kesehatan mulut. Jus tinggi akan gula dan bakteri dimulut akan menghasilkan asam di mulut.

Disamping itu, banyak sekali jenis jus populer yang tinggi asam terutama buah citrus, cranberry dan jus tomat.

Untuk mengurangi asam yang Anda konsumsi, cobalah menggantinya dengan jus apel, wortel dan peach.

  • Permen

Permen pada dasarnya mengandung gula murni yang tentunya tidak baik untuk kesehatan gigi dan gusi.

Namun yang paling berbahaya adalah permen lengket seperti permen karamel yang dapat menempel di gigi dan mendorong pertumbuhan bakteri.

Permen lolipop yang disimpakn dalam mulut terlalu lama, dapat membuat bakteri semakin liar pertumbuhannya.

University of Rochester Medical Center merekomendasikan bahwa jika Anda akan memakan permen, maka permen tersebut tidak boleh didiamkan berlama-lama di mulut.

  • Buah Kering

Buah kering dapat menjadi vitamin dan antioksidan yang baik tetapi tidak untuk kesehatan mulut.

Hal ini dikarenakan kandungan gula yang tinggi di dalamnya serta teksturnya yang cenderung lengket.

Supaya lebih aman, setelah Anda mengonsumsi buah ini usahakan untuk membersihkan mulut.

  • Buah Citrus

Meskipun lezat, buah citrus yang termasuk jeruk, lemon, limau, jeruk bali dan jeruk keprok tinggi akan kandungan asamnya.

Asam dapat mengikis enamel gigi dan dapat menyebabkan pembusukan dan penyakit gusi.

  • Tomat

Tomat juga bersifat asam dan karena itu buah ini tidak baik untuk kesehatan gigi dan gusi.

Konsumsi buah tomat bersama makanan lainnya untuk menghindari keasaman dalam mulut.

  • Roti Putih, Keripiki dan Karbohidrat Bertepung Lainnya

Roti putih, pasta dan karbohidrat bertepi lainnya dapat merusak gusi karena sejumlah alasan.

Pertama, karbohidrat sederhana mulai mengonversi menjadi gula dengan sangat cepat dan seperti yang Anda tahu bahwa gula tidak baik untuk kesehatan gigi.

Kedua, makanan ini menjadi sangat lengket ketika Anda mengunyahnya, menempel pada semua celah kecil pada gigi dan memberikan ruang bagi bakteri untuk berkembang di dalam mulut.

  • Alkohol

Berbagai jenis alkohol dan koktail dapat menjadi gula dan asam, yang mana alkohol dapat menjadi penghambat kesehatan lebih lanjut untuk kesehatan gusi.

Mengonsumsi alkohol dapat membuat mulut kering, mengurangi aliran air liur yang mengandung protein dan pelindung enamel dan mineral yang berfungsi sebagai pelindung gigi dan gusi.

  • Kopi dan Minuman Bersoda Lainnya

Seperti alkohol, kafein juga dapat menghambat aliran air liur, menyebabkan mulut kering yang pada akhirnya membuat gusi dan gigi lebih rentan terhadap kuman dan kerusakan.

Cara Mengobati Sakit Gusi yang Berkepanjangan

  1. Berkumur Air Garam

Cara Mengobati Sakit Gusi dengan Berkumur Air Garam

Garam tersebut akan mencegah pertumbuhan bakteri dalam mulut dan membantu mengurangi bakteri dalam gusi yang mungkin menyebabkan pembengkakan.

Cukup hangatkan 1 gelas air namun jangan sampai mendidih dan tuangkan ke dalam gelas.

Kemudian tambahkan 1 sendok teh air garam ke dalam air hangat dan aduk rata.

Kumurkan air tersebut beberapa saat dan semburkan air ke wastafel setelah selesai dan jangan sampai tertelan.

Gunakan metode ini setidaknya dua kali sehari sampai bengkak yang ditimbulkan mereda.

  1. Kompres

Cara Mengobati Sakit Gusi dengan Kompres

Baik itu kompres hangat ataupun kompres dingin keduanya sama-sama dapat mengurangi rasa nyeri.

Untuk menggunakan kompres hangat, pertama-tama panaskan air namun jangan sampai mendidih.

Rendam kain bersih dalam air hangat kemudian peras airnya dan tekan dengan lembut pada area gusi yang sakit.

Untuk kompres dingin, cukup bungkus es dengan kain bersih dan lakukan cara yang sama seperti diatas.

Gunakan salah satu cara dari metode diatas sampai rasa sakit mereda.

Atau Anda juga bisa menggunakan kompres hangat dan dingin secara bergantian sampai pembengkakan dan peradangan benar-benar mereda.

  1. Tanaman Herbal

Cara Mengobati Sakit Gusi dengan Tanaman Herbal

Herbal dan rempah tertentu dapat diubah menjadi pengobatan rumahan untuk mengatasi nyeri dan peradangan gusi.

Bubuk cengkeh dan Spilanthes adalah obat herbal bersifat analgesik atau pereda nyeri.

Mereka telah digunakan sebagai alternatif tradisional untuk menghilangkan rasa sakit dalam waktu yang lama.

Ramuan bubuk anti-inflamasi seperti kunyit juga dapat membantu menyembuhkan sakit gusi.

Untuk menggunakan pengobatan ini, Anda hanya perlu melakukan beberapa hal berikut:

  • Campurkan bubuk herbal pilihan dengan sedikit air hangat sampai memiliki konsistensi pasta.
  • Tambahkan sekitar 5 tetes minyak esensial pilihan atau favorit Anda.
  • Kemudian aplikasikan sebagai semprotan ringan untuk gusi dan gunakan sesuai kebutuhan.

Minyak seperti peppermint, oregano dan cengkeh memiliki sifat penghilang rasa sakit alami, yang dapat mengurangi peradangan dan meningkatkan sirkulasi.

  1. Kantung Teh

Cara Mengobati Sakit Gusi dengan Kantung Teh

Ambil sekantong teh segar dan rendam dalam air mendidih selama 5 menit, seperti yang biasa Anda lakukan untuk membuat teh.

Kemudian, ketika kantung teh sidah cukup dingin untuk disentuh, aplikasikan secara langsung pada gusi yang terasa sakit setidaknya selama 5 menit.

Pilih teh yang mengandung tanin astringen seperti teh hitam, teh hijau atau bahkan teh kembang sepatu.

Atau pilihlah teh yang mengandung herbal anti-inflamasi, misalnya jahe dan chamomile yang keberadaanya sekarang sudah populer.

Herbal anti-inflamasi tersebut akan menenangkan, sedangkan tanin akan menyerap apa saja yang menyebabkan iritasi gusi.

  1. Minyak Pohon Teh

Cara Mengobati Sakit Gusi dengan Minyak Pohon Teh

Minyak pohon teh dikenal karena anti-inflamasi alaminya dan sifat anti-biotik.

Kandungan tersebut sangat sempurna untuk membantu sakit gusi dan untuk mengobati kondisi mulut lainnya.

Untuk menggunakannya, teteskan beberapa minyak pohon teh ke dalam air dan gunakan sebagai obat kumur.

Anda juga bisa mencoba untuk menggunakan pasta gigi yang mengandung minyak pohon teh.

  1. Meningkatkan Asupan Nutrisi

Cara Mengobati Sakit Gusi dengan Meningkatkan Asupan Nutrisi

Mencegah perkembangan sakit gigi adalah cara terbaik untuk membantu mengatasi sakit dan perdangan.

Cara yang bisa Anda lakukan adalah dengan meningkatkan asupan nutrisi.

Jadi mulaikah untuk mengonsumsi kalsium, vitamin C  dan asam folat ke dalam menu makanan Anda.

Ketika asupan nutrisi tersebut tidak terpenuhi, maka dapat menyebabkan gusi menjadi bengkak.

Vitamin C dapat ditemukan dalam beragam makanan seperti brokoli, paprika, jeruk, nanas, kale, kiwi dan stroberi.

Dengan asupan kalsium yang tepat dapat memberikan banyak manfaat untuk menjaga kesehatan mulut secara menyeluruh.

Kalsium yang ditemukan dalam produk susu, susu kedelai, tahu, ikan sarden sereal dan berbagai jenis sawi.

Disamping itu, menambahkan asam folat ke dalam menu makanan juga tidak kalah pentingnya.

Beberapa makanan yang mengandung asam folat diantaranya kacang, lentil, brokoli, asparagus, sayuran hijau, kacang polong dan alpukat.

Merubah pola makan adalah hal yang paling penting untuk mengatasi sakit gusi. Dimana gusi sendiri terletak di saluran pencernaan yang berhubungan langsung dengan makanan.

Nah, sekian dulu ya pembahasan mengenai Cara Mengobati Sakit Gusi yang Berkepanjangan. Beberapa metode yang kami rekomendasikan semoga dapat membantu Anda mengatasi keluhan serupa.

Sumber

    https://www.bustle.com/p/11-foods-you-didnt-realize-were-hurting-your-gums-31222

    https://www.123dentist.com/want-healthier-gums-eat-more-of-these-foods/

    https://www.deekaydental.com/10-simple-ways-relieve-painful-gums/

Baca Artikel Terkait Lainnya:

Jika Ada Pertanyaan, Silahkan Isi Kolom Komentar Disini yaaa ...

Konsultasikan Disini!!
error: Jangan Copas!! Mikil Sendili Dong :P