Cara Mengobati Kista Secara Alami dan Tradisional

Hallo, Readers kami konsulgratis.com kembali lagi dan informasi yang akan kami berikan kali ini ialah tentang bagaimana Cara Mengobati Kista Secara Alami dan Tradisional.

Nah, apakah Readers salah satu yang pernah mengalami kondisi ini sebelumnya?

Atau bahkan Anda sedang mengalami kondisi kista saat ini? Jangan khawatir karena kali ini kami akan merekomendasikan beberapa pengobatannya.

Yuk, kita lihat dan simak bersama-sama informasinya…

Cara Mengobati Kista Secara Alami dan Tradisional

Kista adalah kantung cariran abnormal yang terlihat seperti lepuhan. Kantung tersebut dapat terbentuk di berbagai area tubuh termasuk kulit, alat kelamin dan organ dalam.

Kista bisa memiliki ukuran yang bervariasi dari kantung kecil sampai kantung yang mengandung banyak cairan.

Gejala umum yang ditimbulkan kista ialah pembengkakan di sekitar area tersebut dan sering disertai dengan atau tanpa rasa sakit.

Menurut penyebab dan lokasi terjadinya, kista ini mengandung material padat dan semi padat. Kista memiliki beragam jenis dan kebanyakan kista bersifat jinak dan nonkanker.

Pengobatan kista pun tergantung sejumlah faktor berikut:

  • Jenis kista
  • Lokasi tumbuhnya kista
  • Apakah kista tersebut menyebabkan rasa tidak nyaman atau rasa sakit
  • Apakah kista tersebut terinfeksi atau tidak

Jenis, Penyebab dan Gejala Kemunculan Kista

  1. Kista epidermoid

Kista epidermoid adalah kista yang berukuran kecil, pertumbuhannya lambat, dan jinak.

Benjolannya berisi keratin protein yang dapat terjadi, jika Anda pernah mengalami trauma disekitar folikel rambut dalam kulit.

Kista ini dapat ditemukan di wajah, kepala, leher, punggung dan alat kelamin.  Benjolannya terlihat seperti warna kulit atau kekuningan yang berisi material tebal.

Gejala yang ditimbulkan antara lain pembengkakan, kemerahan dan nyeri jika sudah terinfeksi.

Pada kasus langka, kista epidermoid dapat disebabkan oleh kondisi yang diwariskan disebut dengan sindrom Gardner.

  1. Kista sebaceous

Kista sebaceous sering terbentuk dalam kelenjar sebaceous yang dapat ditemukan pada wajah, leher dan batang tubuh. Kista yang berukuran besar mungkin dapat menyebabkan tekanan dan rasa sakit.

Kelenjar  tersebut juga merupakan bagian dari kulit dan folikel rambut dan bertugas untuk menghasilkan minyak untuk kulit dan rambut.

Kelenjar sebaceous yang pecah atau tersumbat dapat menyebabkan kista ini. Mereka bersifat non kanker dan berkembang sangat lambat.

Umumnya, kista ini berisikan sebum dan tidak terlalu umum dibandungkan kista epidermoid.

  1. Kista payudara

Kebanyakan benjolan di payudara adalah nonkanker, akan tetapi benjolan di payudara bisa diperoleh dari berbagai hal.

Gejala yang ditimbulkan kista payudara ialah benjolan pada payudara serta payudara yang terlihat berbeda dari bagian payudara yang lain.

Serta danya perubahan benjolan atau benjolan yang tampak membesar dan keluarnya cairan dari puting susu.

Kista jenis ini dapat berkembang di payudara ketika cairan terkumpul di area dekat kelenjar payudara. Dan lebih umuum diderita wanita yang berusia 30 samopai 40an.

  1. Ganglion

Kista ganglion ialah benjolan jaringan bulat, dan berisi cairan yang biasanya muncul pada tendon dan persendian terutama ditangan, pergelangan tangan, pergelangan kaki dan kaki.

Akumulasi cairan dapat terjadi karena cedera, trauma atau penggunaan bagian tubuh yang berlebihan.

Namun penyebab dari kondisi ini sering tidak diketahui.

Kista ganglion cukup umum terutama pada wanita, tidak berbahaya, tidak menyebabkan rasa sakit atau masalah lainnya.

Keculi jika kista ini sudah tumbuh dan menekan struktur lain pada tubuh.

  1. Kista pilonidal

Kista pilonidal adalah kondisi kulit umum yang terbentuk di celah bagian atas bokong.

Dipercaya kondisi ini disebabkan oleh kombinasi perubahan hormon (terjadi setelah pubertas), pertumbuhan rambut dan gesekan pakaian atau menghabiskan waktu terlalu lama untuk duduk.

Kista ini terlihat seperti lubang kecil atau terowongan di kulit yang mungkin menjadi terinfeksi dan terisi dengan cairan atau nanah.

Tanda dari infeksi ini ialah nyeri ketika duduk dan berdiri, kemerahan atau kulit yang terasa sakit pada area tersebut.

Nanah atau darah yang juga dapat mengalir dari abeses, menyebabkan bau busuk, pembengkakan dan rambut yang menonjol pada lesi tersebut.

Menurut sebuah sumber, infeksi kronis dari kista ini mungkin dapat meningkatkan resiko kanker kulit yang disebut dengan karsinoma sel skuamosa.

Dan kondisi tersebut lebih sering terjadi pada pria daripada wanita.

  1. Kista ovarium

Kisata ovarium sering terbentuk ketika folikel yang biasanya mengeluarkan sel telur menjadi tidak terbuka. Hal inilah yang menyebabkan penumpukan cairan dan membentuk kista.

Kista ovarium adalah kantung yang berisikan air dan berkembang pada salah satu atau kedua ovarium.

Mereka mungkin berkembang sebagai bagian normal pada siklus reproduksi perempuan atau sebagai patologis, tidak menimbulkan gejala atau juga dapat terasa sakit.

Gejala-gejala yang menyertainya seperti:

Ada juga gejala yang lebih parah seperti nyeri panggul yang tajam dan tiba-tiba, demam dan pusing yang merupakan gejala dari pecahnya kista atau torsi ovarium.

Kista ovarium berhubungan dengan peningkatkan resiko kanker apabila terjadi setelah menopause.

  1. Chalazia

Chalazia adalah benjolan berukuran kecil yang tidak terasa sakit. Atau pembengakakan pada bagian atas atau bagian bawah kelopak mata.

Kondisi ini disebabkan oleh sumbatan meibomian atau kelenjar minyak. Kemerahan pembengkakan dan nyeri mungkin dirasakan ketika adanya infeksi.

  1. Kista Baker (popliteal)

Pembengkakan yang berisi cairan ini disebabkan olah benjolan yang muncul pada bagian belakang lutut, yang menyebabkan kekakuan nyeri dan gerakan menjadi terbatas.

Kondisi ini mungkin terjadi dikarenakan adanya masalah yang berdampak pada sendi lutut seperti arthritis, peradangan dari stres yang berulang atau cedera tulang rawan.

Gejala yang muncul diantaranya, nyeri ringan hingga parah, kekauan, jangkauan gerak yang terbatas, pembengakakan dibelakang lutut, memar di lutut dan betis serta pecahnya kista itu sendiri.

Kista popliteal sering tidak membutuhkan pengobatan dan dapat menghilang dengan sendirinya.

  1. Jerawat sistik

Adalah jenis jerawat yang paling parah dan berkembangkan ketika kista terbentuk dibawah kulit.

Kondisi ini dapat disebabkan dari kombinasi perubahan hormon, bekteri, minyak dan sel kulit kering yang terperangkap di dalam pori-pori.

Jerawat sistik mungkin terjadi pada wajah, dada, leher dan lengan.

Ukuran kista yang besar, merah, nyeri berisikan nanah dan membentuk benjolan mungkin terbentuk, pecah dan dapat meninggalkan bekas.

  1. Ingrown hair cyst

Ingrown hair cyst adalah kista yang mulai terbentuk ketika rambut tumbuh kedalam dari pada ke luar.

Kondisi ini sangat umum dikalangan orang-orang yang sering bercukur, wax atau menggunakan metode lain untuk menghilangkan rambut.

Dan dapat muncul sebagai benjolan yang terlihat seperti jerawat di bawah kulit.

Benjolan tersebut berwarna merah, putih atau kuning yang disertai dengan atau tanpa titi pusat dan rambut yang dapat terlihat.

Kista ini akan terasa hangat dan lunak ketika disentuh apabila sudah terinfeksi.

  1. Kista pilar

Adalah kista nonkanker, berwarna seperti kulit, membentuk benjolan bulat yang tumbuh dibawah permukaan kulit.

Jenis kista ini disebabkan oleh penumpukan protein di folikel rambut. Mereka umumnya berlokasi di kulit kepala.

Mereka juga tidak menyebabkan rasa sakit, lunak dan tumbuh lambat. Ukuran kista ini dapat berkembang dan sering menyebabkan rasa tidak nyaman.

  1. Kista mukosa

Kista mukosa adalah pembengkakan yang berisi cairan yang terjadi pada mulut dan bibir.

Mereka dapat berkembang ketika kelenjar ludah pada mulut tersumbat oleh lendir.

Mereka umumnya disebabkan oleh trauma pada rongga mulut seperti bibir yang tergigit, tindikan dan gangguan kelenjar saliva.

Kista mukosa membentuk benjolan yang kecil, lembut, berwarna pink atau kebiruan.

Sering kali, kista mukosa dapat hilang dengan sendirinya. Namun jika kondisi ini sering terjadi dan berulang maka pengobatan medis mungkin di butuhkan.

  1. Branchial cleft cyst

Branchial cleft cyst atau kista celah brankial adalah jenis cacat lahir dimana benjolan berkembang di satu atau kedua sisi leher anak atau di bawah tulang selangka.

Kondisi ini terjadi selama pembentukan embrio ketika jaringan pada leher dan tulang selangka tidak berkembang secara normal.

Pada kebanyakan kasus, kista ini tidak berbahaya akan tetapi dapat menyebabkan iritasi atau infeksi kulit.

Dalam kasus yang langka kondisi ini dapat menyebabkan kanker.

Gejala dan tanda dari kista celah brankial ialah adanya benjolan dan label kulit pada leher sang anak, di atas bahu atau dibawah tulang selangka.

Tanda lain yang mucul, termasuk cairan yang mengalir dari leher dan pembengkakan atau nyeri yang biasanya berhubungan dengan infeksi saluran pernafasan atas.

Komplikasi Akibat Kista yang Tidak Ditangani

Semua jenis benjolan yang muncul pada tubuh tentunya membutuhkan investigasi. Beberapa jenis kista ada juga yang bersifat kanker dan perawatan dini sangatlah dibutuhkan.

Jika kista jinak dibiarkan begitu saja tanpa pengobatan mungkin dapat mengakibatkan komplikasi serius, diantaranya:

  • Infeksi

Kista yang berisi bakteri dan nanah bisa berubah menjadi abses. Jika abeses pecah daalm tubuh, maka dapat meningkatkan resiko keracunan darah (septikimia).

  • Peritonitis

Jika kista internal pecah, seseorang memiliki resiko untuk mengembangkan periotonitis yang merupakan peradangan pada lapisan membran dinding perut.

Makanan yang Baik untuk Penderita Kista

Memerhatikan asupan makanan untuk penderita kista memang sangat penting.

Dengan menjaga dan merubah pola makan menjadi lebih sehat proses penyembuhan kista yang Anda jalani bisa lebih efektif.

Berikut ini beberapa jenis makanan yang bisa dikonsumsi penderita kista diantaranya:

  • Ikan

Ikan adalah jenis makanan yang mengandung omega-3 yang termasuk kedalam asam lemak sehat.

Adapun jenis ikan yang baik dikonsumsi ialah sarden, herring, salmin dan mackerel.

  • Kacang-kacangan

Kacang-kacangan juga dapat meningkatkan kesehatan penderita kista. Kacang juga mampu mengatasi resistensi insulin yang terjadi pada tubuh.

  • Sayuran

Nutrisi penderita kista bisa dipenuhi dengan mengonsumsi sayur-sayuran.

Brokoli, pare, selada, bayam dan wortel menjadi rekomendasi sayuran yang bisa Anda konsumsi ketika menderita penyakit tersebut.

  • Telur

Telur terutama yang direbus menjadi makanan yang dapat memaksimalkan kesehatan tubuh. Konsumsi putih telur sangatlah bermanfaat karena memiliki kandungan kolesterol yang rendah.

  • Buah-buhan

Makanan yang memiliki banyak sumber alami ialah buah-buahan. Penderita kista membutuhkan banyak nutrisi supaya kondisinya tidak berkembang dengan cepat.

Adapun sejumlah buah yang boleh dikonsumsi diantaranya, jeruk, apel, tomat, pepaya dan belimbing.

  • Susu

Susu dan produk olahannya bisa menjadi alternatif terbaik untuk penderita kista.

Dengan kandungan kalsiumnya, Anda bisa mengonsumsi susu atau produk olahannya seperti yogurt 2 kali sehari untuk merasakan manfaatnya.

Pantangan Makanan untuk Penderita Kista

  • Sayur tauge
  • Buah tertentu misalnya durian dan nangka
  • Daging merah
  • Daging unggas
  • Makanan kemasan yang mengandung pengawet
  • Makanan laut seperti, kerang, udang kepiting dan cumi
  • Makanan yang digoreng
  • Junk food
  • Makanan yang mengandung soda dan alkohol

Cara Mengobati Kista Secara Alami dan Tradisional

Jenis kista yang paling umum terjadi ialah kista epidermoid, yang berkembang tepat di bawah lapisan kulit.

Kista memang umumnya diatasi dengan cara operasi, akan tetapi ada cara lain yang bisa dilakukan untuk mengobati kista epidermoid ini, diantaranya:

  1. Kompres hangat

Cara Mengobati Kista dengan Kompres Hangat

Kompres hangat adalah cara yang paling direkomendasikan untuk mengecilkan volume kista.

Suhu yang hangat mungkin dapat mengurangi ketebalan cairan yang ada dalam kista.

Dalam kasus kista epidermoid, cara ini dapat membantu cairan mengalir lebih cepat ke sistem linfatik.

Sistem ini membantu memertahankan keseimbangan cairan dalam tubuh dan memainkan peran dalam melindungi tubuh dari serangan infeksi.

Meskipun cara ini sangat disarankan oleh para dokter, namun masih belum ada penelitian yang menunjukan keefektifannya.

Namun cara ini tidak ada salahnya untuk Anda coba, karena suhu hangat yang diterapkan pada area kista dapat mengurangi tampilannya.

Penggunaan:

  • Sediakan air bersuhu hangat atau panas.
  • Tunggu air sampai agak dingin, dan aman ketika kontak dengan kulit.
  • Basahi kain bersih dengan air hangat tersebut dan apalikasikan pada kista selama 20 sampai 30 menit

Ulangi cara yang sama setiap hari untuk melihat perubahannya.

  1. Minyak pohon teh

Cara Mengobati Kista dengan Minyak Pohon Teh

Minyak essensial dari pohon teh (Melaleuca alternifolia) mungkin dapat membantu meredakan beberapa jenis kista, meskipun secara tidak langsung.

Penelitian menunjukan bahwa minyak pohon teh memiliki aktivitas antimikroba. Hal ini menandakan bahwa minyak ini dapat membunuh bakteri, virus, jamur dan patogen lainnya.

Beberapa jenis kista juga disebabkan oleh rambut yang tumbuh ke dalam.

Bentuk kista ini terjadi ketika folikel rambut tidak tumbuh dengan tepat, menyebabkan infeksi pada kelenjar sebaceous.

Hal ini dapat membentuk kantung nanah yang mungkin berujung menjadi kista yang disebut dengan kista sebaceous.

Sebagai anti-mikroba, miyak pohon teh mungkin dapat membantu membunuh infeksi bakteri yang disebabkan oleh rambut yang  tumbuh ke dalam.

Hal ini mungkin dapat menurunkan peluang untuk mendapatkan jenis kista tersebut atau mengurangi tampilannya.

Secara keseluruhan, minyak pohon teh bukanlah obat kista yang sudah terbukti.

Masih belum ada studi yang menujukan bahwa minyak pohon teh dapat menghilangkan atau mencegah pembentukan kista.

Juga, karena tidak semua kista disebabkan oleh rambut yang tumbuh ke dalam, minyak pohon teh mungkin tidak cocok untuk jenis kista tertentu.

Penggunaan:

  • Encerkan minyak pohon teh ke dalam air bersih yang hangat ataupun panas.
  • Aplikasikan campuran tersebut secara langsing pada kista beberapa kali sehari dengan kain bersih.

Anda juga bisa mengkombinasikan pengaplikasian pohon teh dengan kompres hangat.

  1. Cuka sari apel

Cara Mengobati Kista dengan Cuka Sari Apel

Cuka sari apel adalah pengobatan kista yang disarankan lainnya. Cara ini mungkin membantu kista untuk mebatasi perluasannya.

Tidak ada studi yang menunjukan bahwa cuka sari apel dapat mengurangi atau menghilangkan kista sepenuhnya.

Tetapi seperti halnya minyak pohon teh, cuka sari apel juga memiliki sifat anti-bakteri.

Secara lebih spesifik, asam asetat adalah kandungan yang ada dalam anti-mikroba tersebut, menurut penelitian in vitro.

Cuka sari apel mungkin hanya efektif untuk beberapa jenis kista tertetntu. Seperti kista yang disebabkan oleh bakteri atau infeksi, namun masih belum ada jaminan.

Akan tetapi, melihat dari sifat yang dimilikinya cuka sari apel layak untuk dicoba dalam mengatasi kista tersebut.

Dalam menggunakannya, Anda bisa mencampurkan cuka sari apel dengan air secukupnya. Kemudian aplikasikan campuran tersebut secara langsung pada kista beberapa kali sehari.

  1. Lidah Buaya

Cara Mengobati Kista dengan Lidah Buaya

Penelitian menunjukan bahwa lidah buaya memiliki sifat anti-inflamasi dan anti-mikroba.

Keduanya mungkin dapat membantu rasa nyeri atau iritasi yang disebabkan oleh kista.

Lidah buaya mungkin juga membantu mengurangi tampilan atau dapat menyingkirkan kista tertentu yang disebabkan oleh bakteri atau patogen lainnya.

Pada penelitian, lidah buaya belum terbukti dapat menghilangkan, atau mengurangi kemunculan kista secara keseluruhan.

Studi lebihlanjut tetap dibutuhkan untuk mengetahui efek lidah buaya terhadap ksita.

Penggunaan:

Krim, gel, atau losion lidah buaya murni yang diaplikasikan secara langsung dapat mengatasi rasa nyeri yang disebabkan oleh kista.

  1. Minyak jarak

Cara Mengobati Kista dengan Minyak Jarak

Minyak dari tanaman jarak (Ricinis communis) mungkin membantu kista sama halnya seperti cuka sari apel dan pohon teh.

Studi menunjukan bahwa minyak tersebut memiliki anti-mikroba. Sangat efektif untuk membunuh bakteri yang hidup di kulit yang mana dapat menyebabkan jerawat dan kista.

Minyak jarak adalah salah satu obat yang belum terbukti dapat mengatasi kista sampai tuntas.

Adapun minyak jarak ini bisa digunakan pada kista yang disebabkan oleh bakteri. Itupun tidak menjamin kesembuhan 100%.

Meskipun demikian, tidak ada salahnya untuk menggunakan minyak jarak ini. Anda hanya perlu mendapatkan produk minyak jarak yang benar-benar murni.

Penggunaan:

  • Teteskan satu tetes minyak jarak pada jari dan aplikasikan pada kista.
  • Boleh menggunakan diaplikasikan lebih, sesuai kebutuhan.

Minyak jarak tidak untuk dikonsumsi, dan hanya digunakan sebagai obat luar saja.

  1. Witch hazel

Cara Mengobati Kista dengan Witch Hazel

Witch hazel adalah pembersih yang umum untuk mengatasi jerawat. Penelitian mengindikasikan bahwa tanaman ini mungkin dapat membantu mengatasi jerawat dikarenakan astringent dan sifat anti-inflamasinya.

Sifat ini juga dapat bermanfaat untuk kista epidermoid.

Ada kemungkinan bahwa tannin yang dimiliki witch hazel dapat membantu mengecilkan volume kista, sementara efek anti-inflamsinya bisa mengurangi rasa sakit.

Masih belum ada peneltian langsung yang menunjukan bahwa witch hazel dapat mengobati kista.

Untuk meredakan gejala dan mengurangi tampilan dari kista penggunaan witch hazel ini patut Anda pertimbangkan.

Penggunaan:

  • Bubuhkan bola kapas dengan witch hazel.
  • Oleskan pada area kista, ulangi beberapa kali sehari atau sesering yang Anda mau.

Untuk orang-orang yang memiliki kulit sensitf, mungkin memiliki reaksi tertentu terhadap witch hazel, tetapi hal ini dapat dihindari dengan mengencerkan witch hazel dengan air.

  1. Madu

Cara Mengobati Kista dengan Madu

Beberapa orang merekomendasikan madu untuk mengobati kista, meskipun penelitan tentang ini masih jarang ditemui.

Namun penelaah terhadap penelitian terbaru menunjukan bahwa madu memiliki efek antimikroba dan antiinflamasi.

Sayangnya, hal tersebut tidak cukup untuk menyimpulkan bahwa madu bahwa madu adalah obat kista yang ampuh.

Sama seperti pengobatan sebelumnya Anda masih bisa mempertimbangkan untuk menggunakan madu sebagai media untuk meredakan kista.

Penggunaan:

Salah satu caranya adalah dnegan membuat tapal dengan campuran madu, sebaiknya gunakan madu alami yang masih mentah, dan ramuan anti-mikroba lainnya.

Aplikasikan campuran tersebut pada kista dan biarkan semalaman.

Atau Anda juga bisa mencoba teknik tersebut:

  • Bubuhkan madu murni pada area kista.
  • Biarkan selama beberapa jam, lebih lama mungkin lebih efektif.
  • Basuh madu tadi, dan lakukan hal yang sama sesering yang Anda inginkan.

Itulah informasi mengenai Cara Mengobati Kista Secara Alami dan Tradisional yang bisa Anda coba sendiri di rumah.

Melakukan pengobatan secara teratur tentunya dapat mengatasi kista secara alami, walaupun mungkin membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Sumber

    https://www.healthline.com/health/home-remedies-for-cysts#1.-Hot-compress

    https://www.healthline.com/health/cyst#identification

    https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/cysts

Baca Artikel Terkait Lainnya:

Jika Ada Pertanyaan, Silahkan Isi Kolom Komentar Disini yaaa ...

Konsultasikan Disini!!
error: Jangan Copas!! Mikil Sendili Dong :P