Cara Mengobati Diabetes Secara Alami di Rumah

Halo, selamat datang kembali di konsulgratis.com, pada hari ini kita akan mengulas dan membahas bagaimana Cara Mengobati Diabetes Secara Alami di Rumah..

Pasti Anda semua penasaran, apakah bisa diabetes diobati di rumah, untuk itu langsung saja yuk ke pembahasannya..

Cara Mengobati Diabetes

Diabetes atau dokter sering menyebutnya dengan diabetes melitus adalah gambaran dari kumpulan penyakit metabolik yang mana penderitanya memiliki kadar glukosa yang tinggi.

Kondisi itu terjadi baik dikarenakan produksi insulin yang tidak memadai atau karena sel-sel tubuh tidak merespon dengan baik terhadap insulin atau bisa jadi keduanya.

Pasien dengan kadar gula darah tinggi biasanya akan menagalami poliuria (frekuensi buang air kecil yang sering), sering merasa haus (polidipsia) dan sering merasa lapar (poliphagia).

Penyebab dan Jenis-jenis Diabetes

Penyebab penyakit diabetes diabetes dibedakan berdasarkan jenisnya sebagai berikut ini :

Diabetes tipe I

Kondisi ini terjadi ketika tubuh tidak memproduksi insulin. Beberapa orang mungkin merujuk diabetes tipe ini sebagai diabetes anak-anak.

Orang-orang yang mengembangkan penyakit diabetes tersebut biasanya berusia sebelum 40 tahun bahkan lebih sering menyerang orang dewasa dan para remaja.

Diabetes tipe I sama sekali berbeda dengan diabetes tipe II. Sekitar 10% dari semua kasus diabetes adalah diabetes tipe I.

Pasien dengan diabetes tipe I akan membutuhkan suntikan insulin selama sisa hidupnya.

Mereka juga harus memastikan kadar glukosa yang tepat dengan melakukan tes darah secara rutin dan mengikuti diet khusus.

Diantara tahun 2001 dan 2009, prevalensi diabetes tipe I dikalanngan usia dibawah 20 tahun di Amerika Serikat naik 23%, menurut data SEARCH for Diabetes in Youth oleh CDC (Center of Disease Control and Prevention).

Diabetes tipe II

Diabetes tipe II terjadi ketika tubuh tidak memproduksi cukup insulin atau sel-sel dalam tubuh tidak bereaksi terhadap insulin (resistansi insulin).

Hampir 90% semua kasus diabetes di dunia adalah diabetes tipe II.

Beberpa orang mungkin mampu mengontrol gejala diabetes tipe II dengan mengotrol berat badan, mengikuti diet sehat, melakukan olahraga dan memonitor kadar gula darah mereka.

Namun diabetes tipe II biasanya merupakan penyakit progresif. Yang mana kondisinya bisa bertambah parah secara bertahap.

Dan pasien diabetes tipe II mungkin pada akhirnya membutuhkan asupan insulin yang biasanya hadir dalam bentuk tablet.

Berat badan berlebih dan orang-orang yang obesitas memiliki resiko tinggi dalam mengembangkan diabetes tipe II dibandingkan dengan mereka yang memiliki berat badan yang sehat.

Memiliki berat badan berlebih atau obesitas dapat menyebabkan tubuh mengeluarkan bahan kimia yang dapat membuat kardiovaskular dan sistem metabolisme menjadi tidak stabil.

Diabetes gestasional

Jenis ini biasanya diderita wanita selama kehamilan. Beberapa wanita memiliki kadar glukosa yang tinggi dalam darah dan tubuhnya tidak mampu menghasilkan insulin yang cukup untuk transportasi semua glukosa.

Sehingga dapat menyebabkan peningkatan kadar glukosa secara progresif. Diabetes gestasional dapat terdiagnosa selama kehamilan.

Mayoritas pasien diabetes gestastional dapat mengontrol diabetesnya dengan melakukan olahraga dan diet.

Diantara 10 sampai 20% dari pasien diabetes ini akan membutuhkan semacam obat pengontrol gula darah.

Diabetes gestasional yang tidak terdiagnosa atau tidak terkontrol dapat meningatkan resiko komplikasi selama persalinan. Sang bayi mungkin akan tumbuh lebih besar dari seharusnya.

Peneliti dari National Institues of Health anda Harvard University menemukan fakta bahwa wanita yang melakukan diet sebelum hamil yang tinggi lemak hewani dan kolesterol memiliki resiko lebih tinggi terkena diabetes getasional.

Dibandingkan dengan mereka yang melakukan rendah kolesterol dan lemak hewani.

Gejala Penyakit Diabetes

Gejala diabetes sebenarnya bervariasi tergantung pada seberapa tinggi gula darah yang Anda miliki.

Beberapa orang terutama dengan prediabetes atau diabetes tipe 2 mungkin tidak mengalami gejala awal.

Namun pada diabetes tipe I, gejala cenderung datang dengan cepat dan menjadi semakin parah.

Beberapa gejala dan tanda dari diabetes tipe I dan tipe II adalah sebagai berikut :

  • Rasa haus yang meningkat
  • Sering buang air kecil
  • Rasa lapar yang ekstrim
  • Berat badan menurun tanpa sebab
  • Kelelahan
  • Iritabilitas
  • Penglihatan kabur
  • Luka yang sulit sembuh
  • Sering terkena infeksi seperti pada gusi atau kulit dan infeksi vagina
  • Adanya keton yang ditemukan dalam urin (keton merupakan produk sampingan yang dapat mengahncurkan otot dan lemak yang terjadi ketika insulin tidak tersedia dalam jumlah yang cukup).

Bahaya dan Komplikasi Penyakit Diabetes

Komplikasi diabetes jangka panjang berkembang secara bertahap. Semakin lama Anda menderita diabtes dan gula darah yang tidak terkontrol maka semakin tinggi pula resiko komplikasinya.

Akhirnya komplikasi diabetes mungkin dapat melumpuhkan kondisi tubuh atau bahkan mengancam jiwa. Komplikasi yang mungkin saja terjadi diantaranya :

  1. Penyakit kardiovaskular

Diabetes secara dramatis dapat meningkatkan berbagai masalah kardiovaskular. Termasuk penyakit arteri koroner dengan nyeri dada (angina), serangan jantung, stroke dan penyempitan arteri (atheroklerosis).

Jika Anda menderita diabetes, Anda lebih memungkinkan untuk mengidap penyakit jantung ataupun stroke.

  1. Kerusakan syaraf (neuropathy)

Gula yang berlebihan dapat merusak dinding kecil pembuluh darah (kapiler) yang menutrisi syaraf, terutama pada kaki.

Hal ini dapat menyebabkan kaki menjadi kesemutan, mati rasa sensasi terbakar dan nyeri yang biasanya mulai dirasakan pada bagian ujung jari kaki atau jari secara bertahap dan menyebar ke bagian atas.

Ketika tidak diobati, Anda dapat kehilangan sensor perasa di bagian tubuh yang terkena kerusakan.

Kerusakan syaraf berkaitan dengan pencernaan juga dapat menyebabkan sejumlah masalah. Misalnya mual, muntah, diare atau konstipasi.

Untuk pria, diabetes ini mungkin dapat menyebabkan disfungsi ereksi.

  1. Kerusakan ginjal (nephropaty)

Ginjal memiliki jutaan kelompok pembuluh darah kecil (glomeruli) yang menyaring limbah dari darah. Diabetes dapat merusak sistem penyaringan lembut ini.

Adanya kerusakan ginjal yang parah dapat mengakibatkan penyakit ginjal tahap akhir yang ireversibel dan gagal ginjal

Yang mana memungkinkan penderitanya untuk melakukan cuci darah atau pun transplantasi ginjal.

  1. Kerusakan mata (retinopathy)

Diabetes dapat merusak pembuluh darah pada retina (retinopati diabetik) yang berpotensi menyebabkan kebutaan.

Diabetes juga meningkatkan resiko kondisi penglihatan serius lainnya seperti katarak dan glaukoma.

  1. Kerusakan pada kaki

Kerusakan kaki atau aliran darah yang buruk menuju kaki dapat meningkatkan berbagai komplikasi pada kaki.

Jika tidak tertangani luka lecet dapat berkembang menjadi infeksi serius yang sering kambuh dan kondisinya menjadi tambah buruk.

Infeksi ini mungkin mengharuskan kaki Anda untuk di amputasi.

  1. Gangguan kulit

Penderita diabetes mungkin dapat meningkatkan kerentanan yang lebih terhadap masalah kulit. Mereka cenderung rentan terkena infeksi bakteri dan jamur.

  1. Gangguan pendengaran

Gangguan pendengran mungkin lebih umum pada orang-orang dengan diabetes.

  1. Penyakit Alzheimer

Diabetes tipe II mungkin dapat meningkatkan resiko dimensia seperti penyakit Alzheimer.

Kontrol gula darah yang buruk adalah resiko terbesar yang mungkin muncul.

Meskipun ada banyak teori yangmenjelaskan bagaimana gangguan ini bisa terhubung namun masih belum ada bukti yang cukup kuat.

  1. Depresi

Gejala depresi adalah hal yang biasa pada orang-orang diabetes tipe I dan diabetes tipe II.

Depresi dapat berpengaruh pada pengelolaan gula darah pada penderita diabetes.

Bahaya Diabetes Gestasional

Kebanyakan wanita dengan diabetes getasional melahirkan bayi yang sehat.

Namun kadar gula darah sang ibu yang tidak diobati atau tidak terkontrol dapat menyebabkan masalah untuk ibu dan bayinya.

Adapun komplikasi yang mungkin terjadi pada bayi diantaranya :

  • Pertumbuhan yang berlebih
  • Gula darah rendah
  • Menderita diabetes tipe II dimasa yang akan datang
  • Kematian

Sementara komplikasi yang sering di derita para ibunya adalah :

  • Preeklampsia

Kondisi ini ditandai dengan tingginya tekanan darah, protein berlebih dalam urin, dan pembengkakan pada betis dan kaki.

Preeklampsia dapat menyebabkan komplikasi serius bahkan mengancam jiwa baik pada ibu maupun bayinya.

  • Diabetes gestasional berikutnya

Ketika Anda pernah menderita gestational ketika hamil, Anda lebih memungkinkan untuk mengalami hal serupa di kehamilan selanjutnya.

Anda juga lebih memungkinkan untuk mengembangkan penyakit diabetes terutama diabetes tipe II ketika usia Anda bertambah.

Makanan yang Baik untuk Penderita Diabetes

Mengonsumsi makanan yang sehat adalah cara paling baik untuk mengontrol gula darah. Berikut ini beberapa jenis makanan yang bisa Anda konsumsi apabila menderita diabetes :

  • Ikan berlemak
  • Sayuran hijau
  • Telur
  • Biji chia
  • Kunyit
  • Greek yogurt
  • Kacang-kacangan
  • Brokoli
  • Minyak zaitun
  • Biji rami
  • Cuka sari apel
  • Strawberry
  • Bawang putih
  • Labu

Makanan yang Tidak Disarankan Dikonsumsi Penderita Diabetes

Selain mengonsumsi makanan yang sehat Anda juga tentunya harus memerhatikan sejumlah makanan yang harus dihindari apabila menderita diabetes.

Adapun makanan yang dimaksud diantaranya :

  • Minuman dengan pemanis gula
  • Lemak trans
  • Roti putih, pasta dan nasi
  • Yogurt rasa buah
  • Sereal bercitarasa manis
  • Kopi bercitarasa
  • Madu dan sirup maple
  • Buah kering
  • Makanan ringan kemasan
  • Jus buah
  • Kentang goreng

Cara Mengobati Diabetes Secara Alami di Rumah

  1. Teh Hijau

Cara Mengobati Diabetes dengan Teh Hijau

Teh hijau adalah salah satu pengobatan rumahan untuk diabetes. Yang membedakan teh hijau dengan jenis teh lainnya adalah daunnya yang tidak difermentasi sehingga sangat tinggi polyphenol.

Antioksian ini bersifat hipoglemik dan dapat memperlambat pengeluaran glukosa darah.

Penelitian percaya bahwa teh tersebut membantu memekakan sel, memperbaiki kemampuannya untuk melakukan metabolisme gula.

Sebuah studi yang publikasikan dalam Diabetes and Metabolism Journal menunjukan bahwa seseorang yang meminum 6 gelas teh hijau perharinya, 33% kecil kemungkinannya untuk mengembangkan diabetes tipe II.

Untuk penggunaan terbaik, kami menyarankan untuk merebus kantung teh hijau dalam air panas selama sekitar 3 menit. Dan minumlah di pagi hari sebelum makan.

Teh hijau juga bertindak sebagai penekan nafsu makan yang membuatnya bermanfaat ketika Anda sedang menjalankan puasa.

  1. Daun mangga

Cara Mengobati Diabetes dengan Daun Mangga

Mangga adalah buah lezat dan kaya vitamin. Mungkin sebagian orang akan terkejut bahwa bagian daunnya ternyata memiliki kemampuan dalam menurunkan kadar gula darah.

Dalam hal ini daun mangga mengandung tanin yang disebut dengan antosianin. Yang mana sejumlah studi telah menunjukan bahwa kandungan tesebut dapat mengobati diabetes tahap awal.

Daun mangga juga dapat mencegah resiko gangguan penglihatan yang disebabkan oleh diabetes.

  1. Daun basil

Cara Mengobati Diabetes dengan Daun Basil

Pakar nutrisi menyarankan bahwa menggabungkan sumber-sumber alami seperti daun basil dapat mengatasi kadar gula darah tinggi tanpa mengganggu kondisi kesehatan lainnya.

Daun basil tersebut adalah sumber antioksidan dan memiliki berbagai senyawa yang mendukung fungsi sel yang juga berkaitan dengan pelepasan insulin.

Anda dapat menggabungkan daun basil ke dalam makanan sehari-hari dan juga dapat dikonsumsi satu sendok sebelum makan dalam bentuk jus.

  1. Lidah buaya

Cara Mengobati Diabetes dengan Lidah Buaya

Lidah buaya kaya akan phytosterol yang memiliki efek anti-hyperglicemic. Gel tebal dalam bagian daunnya juga mengandung sekitar 75 senyawa aktif terkenal termasuk bermacam-macam mineral, enzim, lignin dan saponin.

Beberapa dari ini diketahui dapat memainkan peran penting dalam metabolisme glukosa.

Salah satu studi yang meneliti manfaat lidah buaya menunjukan bahwa lidah buaya memiliki efek positif dalam menurunkan glukosa darah puasa.

Untuk pengobatan rumahan sederhana, cukup campurkan satu sendok teh lidah buaya, daun salam dan kunyit. Campurkan bersama dengan air dan minum dua kali sehari.

  1. Pare

Cara Mengobati Diabetes dengan Pare

Pare adalah sumber dari charanthin yang merupakan senyawa kimia. Ketika dikonsumsi secara teratur, pare dapat membantu penurunan glukosa darah.

Pare ini diketahui dapat meningkatkan sekresi insulin pankreas untuk memerangi ketidakseimbangannya.

Pakar nutrisi menyarankan pare untuk penderita diabetes karena dapat mengontrol kondisi yang dimiliki penderita diabetes.

  1. Kayu manis

Cara Mengobati Diabetes dengan Kayu Manis

Kayu manis diperkaya dengan senyawa bioaktif seperti asam cinnamic, cinnamaldehyde dan cinnamete menjadikan bumbu yang satu ini menakjubkan dan dapat meningakatkan kesehatan penderita diabetes.

Kayu manis terkenal karena dapat mengontrol diabetes dan menurunkan kadar tinggi dalam gula darah yang memicu aktivitas insulin.

Namun pakar nutrisi menyarankan bahwa rempah tersebut dan menjadi pilihan efektif untuk penderita diabetes tipe II.

Oleh karenanya kayu manis ini dapat dikonsumsi setidaknya sekali sehari.

Sekarang ini diabetes memang menjadi penyakit yang umum dan banyak sekali diderita masyarakat.

Oleh karena itu dengan adanya ulasan ini diharapkan bisa membantu Anda dalam melakukan pencegahan dini terhadap diabetes.

Sumber

    https://www.healthline.com/nutrition/foods-to-avoid-with-diabetes#section12

    https://www.healthline.com/nutrition/16-best-foods-for-diabetics#section14

    https://www.mayoclinic.org/diseases-conditions/diabetes/symptoms-causes/syc-20371444

Baca Artikel Terkait Lainnya:

Jika Ada Pertanyaan, Silahkan Isi Kolom Komentar Disini yaaa ...

Konsultasikan Disini!!
error: Jangan Copas!! Mikil Sendili Dong :P