Cara Mengatasi Penyakit Autoimun dengan 5 Langkah Mudah

Hallo pengunjung KonsuLGratis.com selamat berkunjung kembali di situs kami. Seperti biasa kami akan membawakan informasi salah satunya Cara Mengatasi Penyakit Autoimun dengan 5 Langkah Mudah.

Bagi Anda yang belum tahu seperti apa penyakit autoimun itu, yuk langsungsaja kita simak pembahasannya berikut ini…

Cara Mengatasi Penyakit Autoimun dengan 5 Langkah Mudah

Sistem imun adalah kumpulan sel dan senyawa kimia khusus yang bertugas memerangi agen penyebab infeksi seperti bakteri dan virus.

Gangguan autoimun terjadi ketika sistem imun seseorang secara keliru menyerang jaringan tubuhnya sendiri.

Gangguan ini juga secara luas dikelompokan menjadi dua kategori yaitu “organ spesifik” yang berarti hanya satu organ yang terserang sedangkan “organ non spesifik” ialah artinya penyakit ini menyerang banyak organ.

Ada sekitar 80 jenis gangguan autoimun yang berbeda mulai dari yang ringan sampai yang melumpuhkan.

Hal tersebut tergantung pada sistem tubuh mana dan sampai sejauh mana penyakit ini menyerang.

Untuk alasan yang tidak diketahui, wanita lebih rentan untuk menderita penyakit autoimun dari pada pria terutama jika mereka berada dalam masa subur.

Diperkirakan bahwa hormon seksual setidaknya mengambil tanggung jawab pada kondisi ini.

Pada umumnya, tidak ada obat untuk mengatasi kondisi ini, namun gangguan autoimun sendiri dapat dikelola untuk menghindari tingkat keparahan penyakit.

Jenis-jenis Penyakit Autoimun

Gangguan autoimun dapat menyerang hampir setiap organ dan sistem tubuh. Beberapa gangguan autoimun tersebut diantaranya:

  • Diabetes tipe 1, yang sering menyerang pankreas. Gejala yang ditimbulkannya seperti haus, sering buang air kecil, menurunnya berat badan dan peningkatan kerentanan terhadap infeksi.
  • Penyakit Graves, adalah penyakit yang menyerang kelenjar tiroid. Gejala-gejalanya meliputi penurunan berat badan, peningkatan denyut jantung, kecemasan dan diare.
  • Penyakit radang usus, meliputi kolitis ulserativa dan penyakit Crohn. Beberapa gejalanya seperti diare dan sakit perut.
  • Multiple sclerosis yang menyerang sistem syaraf. Gangguan ini dapat menyerang berbagai bagian syaraf yang disertai dengan kesemutan, kelumpuhan dan gangguan penglihatan.
  • Psoriasis adalah gangguan yang menyerang kulit. Kondisi ini bisanya mengakibatkan pengembangan kulit yang tampak memerah, tebal dan bersisik.
  • Radang sendi ialah penyakit autoimun yang menyerang persendian. Gejala-gejalanya meliputi pembengkakan dan cacat sendi. Mata, paru-paru dan jantung mungkin juga menjadi sasaran penyakit ini.
  • Scleroderma menyerang kulit dan struktur lainnya yang menyebabkan pembentukan jaringan parut. Kondisi ini dapat menyebabkan penebalan pada kulit, borok kulit dan persendian yang kaku.
  • Lupus erythematosus sistemik sering menyerang jaringan ikat dan dapat menyerang sistem organ tubuh. Gejala-gejala termasuk peradangan pada sendi, demam, menurunnya berat badan dan ruam wajah yang khas.

Penyebab Penyakit Autoimun

Sel darah dalam sistem imun tubuh membantu melindurngi serangan dari zat berbahaya.

Misalnya bakteri, virus, racun, sel kanker, darah dan jaringan dari luar tubuh yang mana zat berbahaya ini sering menganding antigen.

Sistem imun tubuh menghasilkan antibodi untuk melawan antigen ini yang memungkinkannya untuk menghancurkan zat berbahaya tersebut.

Ketika Anda mengidap gangguan autoimun, maka sistem imun Anda akan sulit untuk membedakan antara antigen dan jaringan tubuh yang sehat.

Alhasil, tubuh dapat memicu reaksi yang dapat menghancurkan jaringan normal.

Penyebab pasti gangguan autoimun masih tidak diketahui. Salah satu teori menyatakan bahwa beberapa mikroorganisme (seperti bakteri atau virus) atau obat-obatan dapat memicu perubahan yang dapat membingungkan sistem kekebalan tubuh.

Hal ini mungkin lebih sering terjadi pada orang-orang yang memiliki gen yang membuat mereka lebih rentan untuk menderita gangguan autoimun.

Gangguan autoimun dapat menyebabkan:

  • Penghancuran jaringan tubuh
  • Pertumbuhan abnormal suatu organ
  • Perubahan fungsi organ

Gangguan autoimun juga dapat memengaruhi satu organ atau lebih yang mana beberapa area yang sering terkena autoimun diantaranya:

  • Pembuluh darah
  • Jaringan ikat
  • Kelenjar endokrin seperti tiroid atau pankreas
  • Sendi
  • Otot
  • Sel darah merah
  • Kulit

Faktor Resiko Penyakit Autoimun

Penyebab penyakit autoimun memang masih belum diketahui, namun ada beberapa faktor resiko yang dapat meningkatkan peluang seseorang untuk mengidap penyakit tersebut, diantaranya:

  • Genetika, kecenderungan untuk kelaianan autoumun tampaknya mengalir dari keluarga.

Meskipun begitu, anggota keluarga dapat mengidap gangguan yang berbeda, misalnya satu orang mungkin menderita diabtes, sedangkan yang lainnya menderita rhumatoid arthritis.

Hal ini terlihat bahwa kerentanan genetik saja tidak cukup untuk memicu reaksi autoimun dan faktor lain mungkin dapat berkontribusi

  • Faktor lingkungan, kerentanan keluarga terhadap gangguan autoimun dapat dikaitkan dengan faktor lingkungan umum yang mungkin bekerja sama dengan faktor genetik.
  • Jenis kelamin, sekitar tiga perempat orang dengan gangguan autoimun adalah wanita.
  • Infeksi, beberapa gangguan tampaknya dapat menjadi dipicu atau diperburuk oleh infeksi tertentu.
  • Hormon seksual, gangguan autoimun cenderung menyerang selama masa subur.

Baik atau buruk pada beberapa kelainan mungkin tampaknya dipengaruhi, oleh perubahan hormon utama seperti kehamilan, persalinan dan menopause.

Bahaya Penyakit Autoimun

Menderita salah satu penyakit autoimun dapat meningkatkan resiko untuk memiliki gangguan yang lainnya

Atau pada beberapa kasus, dapat pasien autoimun dapat menderita dua penyakit atau lebih.

Selain itu, penyakit autoimun berpotensi menempatkan Anda pada resiko komplikasi serius, diantaranya:

  • Penyakit Jantung

Kondisi tersebut dapat menyebabkan peradangan seperti lupus, scleroderma dan rheumatoid arthritis yang dapat memicu pengerasan arteri dan penyakit jantung.

  • Gangguan Ssuasana Hati (mood)

Nyeri dan kelelahan kronis, adalah ciri khas dari banyaknya gangguan autoimun yang sering dikaitkan dengan gangguan suasana hati seperti depresi dan kecemasan.

  • Sakit Syaraf

Kerusakan syaraf atau neuropathy dapat berkembang pada mereka dengan gangguan autoimun.

Kondisi umum yang berkaitan dengan neuropathy diantaranya rheumatoid arthritis dan diabetes tipe 1.

  • Trombosis Vena Dalam

Jika Anda menderita rheumatoid arthritis atau kondisi lainnya yang menyebabkan Anda Anda tidak banyak bergerak dan membutuhkan bantuan kursi roda, Anda beresiko terkena trombosis vena dalam.

Dimana gumpalan darah dapat terbentuk di kaki, yang dalam beberapa kasus, gumpalan ini dapat melakukan perjalanan ke paru-paru dan menghasilkan emboli paru.

  • Kerusakan Organ

Penyakit autoimun yang menyerang organ spesfik akhirnya dapat menyebabkan kerusakan signifikan jika tidak ditangani dengan benar.

Misalnya, hepatitis autoimun dapat menyebabkan kerusakan hati.Diabetes tipe 1 dapat menyebakan masalah ginjal dan kerusakan retina.

Pada kasus yang lebih parah, kerusakan retina dapat menyebabkan gangguan dan kehilangan penglihatan.

Makanan yang Baik untuk Penderita Penyakit Autoimun

  • Sayuran Hijau

Sayuran sumber nutrisi yang kaya kalsium meliputi kangkung, sawi, kol dan brokoli.

Jenis sayuran tersebut dikemas dengan vitamin dan mineral yang baik dan dapat dengan mudah ditambahkan ke dalam smoothie, salad atau tumisan.

  • Jamur

Jamur telah menunjukan beberapa potensi antiinflamasi yang luar biasa.

Salah satu studi tahun 2005 yang dipublikasikan pada Mediators of Inflammation menemukan bahwa jamur dapat mendukung aktivitas anti kanker, pembasmi penyakit autoimun, dan membantu menghilangkan alergi.

  • Bawang

Sayuran beraorma ini telah lama dikagumui karena memiliki efek yang sangat bermanfaat.

Sayuran tersebut mengandung quercetin, ialah antioksidan yang telah terbukti menghambat leukotrien penyebab peradangan, prostglandin dan histamin pada osteoartritis dan rheumatoid arthritis (RA).

  • Labu

Famili labu, yang mencakup beragam pilihan jenis labu warna warni seperti butternut, zucchini, dan labu kuning sangat efektif bekerja sebagai anti-inflamasi.

Berbagai jenis labu tersebut mengandung asam lemak (seperti omega-3) dan antioksidan termasuk zeaxanthin, lutein dan beta-karoten.

  • Lobak dan Rutabaga

Sayuran berakar ini dikemas dengan bahan-bahan positif termasuk berbagai antioksidan, seperti glukosinoat dan karotenoid.

Sayuran tersebut juga menawarkan vitamin C, kalium, magnesium, zinc, zat besi dan lain sebagainya.

Makanan yang Harus Dihindari Penderita Penyakit Autoimun

  • Gluten

Kebanyakan makanan yang berbahan utama tepung biasanya mengandung gluten yang mana sangat tidak disarankan untuk mereka dengan penyakit autoimun.

Jika Anda mengalami gangguan kesehatan yang sulit diatasi , Anda mungkin bisa menghindari konsumsi gluten selama tiga hingga enam bulan untuk melihat perbedaan pada kondisi kesehatan Anda.

Gluten dapat ditemukan dalam gandum, gandum hitam dan jelai, yang pada beberapa orang kandungan tersebut dapat berkontribusi pada gangguan yang berhubungan dengan usus bocor.

Dan menurut penelitian yang dipublikasikan pada tahun 2014 dalam Best Practice & Research: Clinical Gastroenterology, bahwa mengonsumsi gluten dapat memperburuk kondisi seperti multiple sclerosis, asma dan rheumatoid arthritis  yang dapat meningkatkan peradangan.

Standard American Diet memang cenderung tinggi gula. Dan orang-orang dengan kondisi autoimun sangat rentan terhadap efek negatif dari zat manis ini.

Pada sebuah studi tahun 2015 yang dipublikasikan dalam Frontiers of Immunology menemukan bahwa asupan gula dapat meningkatkan kemungkinan untuk mengembangkan diabetes tipe 1 pada anak-anak dengan resiko genetik.

Selain itu, menurut penelitian dari tahun 1973 yang diterbitkan dalam The American Journal of Clinical Nutrition, menyatakan bahwa segala bentuk gula baik itu glukosa, fruktosa dan sukrosa dapat merusak fungsi sistem kekebalan tubuh.

Selain itu gula juga dapat melukai kemampuan sel darah putih untuk melawan ancaman yang masuk ke dalam tubuh.

Merupakan langkah yang baik untuk mengurangi konsumsi gula dan cobalah menjaga asupan gula sekitar 5% dari makanan yang Anda konsumsi sehari-hari.

  • Produk Hewani

Banyak sekali protein hewani seperti yang ditemukan dalam daging, susu dan telur dapat menyebabkan respon peradangan dalam tubuh dan memperburuk kondisi autoimun.

Sebuah penelitian tahun 2015 dalam Complementary Therapies in Medicine menetapkan bahwa pasien yang menjalani pola makan vegan selama 3 minggu secara signifikan mengurangi protein C reaktifnya, yang merupakan faktor signifikan dalam peradangan akut.

21 tahun lalu, para ilmiah mempublikasikan hasil penelitian dalam American Journal of Cardiology yang menujukan bahwa satu kali makanan tinggi lemak hewani dapat menyebabkan peradangan yang dapat memuncak sekitar 4 jam.

Pada dasarnya, lemak hewani dapat melumpuhkan arteri dan memotong hampir setengah volume alirannya.

Penelitian lain telah menunjukan bahwa paparan produk hewani dapat memicu serangnan autoimun pada aorang-orang dengan kondisi seperti arthritis, sehingga menjalani diet nabati mungkin elebih efektif untuk kesehatan.

Cara Mengobati Penyakit Autoimun dengan 5 Langkah Mudah

  1. Menjalani Diet Anti-inflamasi

Cara Mengobati Penyakit Autoimun dengan Menjalani Diet Anti-inflamasi

Konsumsi makanan-makanan anti-inflamasi seperti ikan liar omega-3, sayuran berdaun hijau dan kunyit, dan hindari makanan radang seperti gula dan minyak jagung.

  1. Cari Infeksi Tersembunyi

Cara Mengobati Penyakit Autoimun dengan Mencari Infeksi Tersembunyi

Infeksi-infeksi yang dimaksud tersebut meliputi infeksi jamur, vurus, bakteri dan infeksi Lyme.

Praktisi kedokteran biasanya dapat membantu mengidentifikasi dan menghilangkan infeksi ini.

  1. Berolahraga Secara Teratur

Cara Mengobati Penyakit Autoimun dengan Berolahraga Secara Teratur

Berolahraga secara teratur adalah cara yang dapat mengatasi inflamasi atau perdangan. Anda tidak perlu pergi ke tempat gym atau berlari di treadmil.

Cukup banyak bergerak, banyak menggunakan tubuh dan bersenang-senang supaya tidak memicu stres dan memperburuk kondisi penyakit autoimun yang Anda derita.

  1. Mempraktekan Relaksasi Dalam

Cara Mengobati Penyakit Autoimun dengan Mempraktekan Relaksasi Dalam

Stres dapat memperburuk respon imun, dengan menggunkan teknik menenangkan termasuk yoga, pernapasan dalam dan pijatan dapat mengurangi stres dan kecemasan untuk meningkatkan relaksasi.

  1. Tidur 8 Jam Setiap Hari

Cara Mengobati Penyakit Autoimun dengan Tidur 8 Jam Sehari

Kekurangan jam tidur dapat merusak metabolisme dan menyebabkan meningkatkan keinginnan untuk mengonsumsi gula dan karbohidrat danmembuat kita makan lebih banyak.

Sehingga kejadian tersebut dapat meningkatkan resiko untuk berbagai kondisi, mulai dari diabetes hingga penyakit autoimun.

Tidur nyenyak sangat penting untuk kesehaan sehingga dapat mengatasi berbagai peradangan.

Karena penyakit autoimun adalah penyakit yang kompleks, bahkan seseorang dapat menderita lebih dari satu jenis penyakit maka pengobatan yang dibutuhkan pun beragam dan sesuai kebuituhan.

Pemeriksaan pihak medis juga dibutuhkan untuk mengetahui indikasi dan diagnosis penyakit.

Disamping itu, ada baiknya Anda mulai merubah kebiasaan buruk Anda yang dapat memicu penyakit autoimun.

Nah sampai disini dulu ya pembahasan mengenai Cara Mengobati Penyakit Autoimun dengan 5 Langkah Mudah.

Semoga ulasan di atas bisa menjadi ilmu yang bermanfaat untuk kita semua, Aamiin..

Sumber

    https://foodrevolution.org/blog/food-and-health/autoimmune-disease-diet/

    https://www.betterhealth.vic.gov.au/health/conditionsandtreatments/autoimmune-disorders

    https://www.mindbodygreen.com/0-24663/9-lifestyle-changes-i-always-recommend-to-patients-with-autoimmune-diseases.html

Baca Artikel Terkait Lainnya:

Jika Ada Pertanyaan, Silahkan Isi Kolom Komentar Disini yaaa ...

Konsultasikan Disini!!
error: Jangan Copas!! Mikil Sendili Dong :P