7 Tips Agar Tidak Melahirkan Bayi Prematur

Hai Mom’s ada kabar gembira nih !! Kali ini KonsulGratis.Com akan membahas seputar kehamilan lagi lho… Kali ini kami akan memberikan Tips Agar Tidak Melahirkan Bayi Prematur.

Tentu saja bumil tidak ingin kan bayinya lahir prematur?? Untuk itu yuk simak artikel ini agar bisa mencegahnya dari sekarang 😉

7 Tips Agar Tidak Melahirkan Bayi Prematur

Mempunyai bayi yang lucu, cerdas, dan sehat merupakan harapan bagi setiap orang tua. Untuk itu, saat melahirkan merupakan salah satu moment penting dalam hidup setiap orang tua dan terutama seorang ibu.

Tentu saja untuk sebagian wanita, ada beberapa mitos tentang bersalin yang terkadang membuatnya cemas, selain itu salah satu yang menjadi kecemasan para ibu hamil yaitu melahirkan bayi prematur.

Apa itu kelahiran prematur ?

Kelahiran prematur yaitu kelahiran yang belum cukup umur, persalinan itu dapat berlangsung jika usia kandungan sang ibu kurang dari 37 minggu atau 38 minggu.

Semakin jauh dari usia kandungan yang ditetapkan, risiko kesehatan dan keselamatan bayi tersebut semakin dikhawatirkan. Jarang sekali bayi bisa bertahan di luar rahim ibunya dengan usia kurang dari 32 minggu.

Saat bayi mengalami persalinan prematur, peluang bayi dapat terkena komplikasi medis terlebih di bagian pernafasannya sehingga bayi membutuhkan bantuan intensif untuk organ pernafasannya.

Akibat persoalan tersebut, penting bagi ibu hamil mengetahui cara mencegah bayi lahir prematur. Pencegahan bayi lahir prematur amat diperlukan untuk wanita hamil khususnya wanita yang sudah mengalami kelahiran prematur.

Walaupun belum ada riwayat melahirkan prematur, wanita tidak boleh mengabaikan kelahiran prematur tersebut. Apabila Anda ingin mencegah supaya tidak melahirkan prematur, sebaiknya coba tips-tips berikut ini.

7 Tips Agar Tidak Melahirkan Bayi Prematur

  1. Menjaga kebersihan mulut dan gigi

Penyebab kelahiran prematur salah satunya yaitu infeksi yang ditemukan pada gigi. Oleh karena itu, jangan pernah malas untuk menggosok gigi setelah makan dan sebelum tidur selama masa kehamilan.

Karena sebuah penelitian ilmiah sempat menuturkan bahwa penyakit gusi dapat meningkatkan resiko kelahiran prematur.

  1. Sarapan

Beberapa ahli penelitiannya pernah mengaitkan antara kebiasan melewatkan sarapan seorang ibu dengan bayi yang lahir prematur.

Jadi apabila tidak ingin hal tersebut terjadi, sebaiknya mulai sekarang Anda harus rajin sarapan terutama pada pagi hari.

  1. Vaksin

Menurunnya kekebalan tubuh ibu hamil bisa menyebabkan ibu hamil melahirkan secara prematur, salah satunya yaitu influenza.

Flu ini bisa menyebabkan imun ibu hamil menurun, dan bisa membuat sistem imun yang ada didalam tubuh bayi pun juga akan ikut menurun.

Oleh sebab itu, ibu hamil perlu melindungi dirinya dari virus influenza. Salah satunya dengan melakukan vaksin.

Vaksin untuk menangkal sakit flu mungkin terdengar tidak penting di telinga kita. Tapi hal ini perlu untuk dilakukan. Sebab flu juga terbilang salah satu yang menjadi pemicu bayi bisa lahir secara prematur.

  1. Menerapkan Pola hidup sehat

Cara mencegah bayi lahir prematur selanjutnya yaitu pola hidup yang sehat. Menerapkan pola hidup sehat bisa dilakukan dengan cara menghindari rokok, obat-obatan terlarang dan minuman keras.

Walaupun ada sebagian penelitian sempat menuturkan bahwa ibu hamil cukup aman untuk mengkonsumsi wine.

Tetapi ada baiknya jika mengonsumsi minuman alkohol dan kebiasaan merokok dihentikan untuk mencegah bayi lahir prematur. Banyak kelahiran prematur yang diakibatkan oleh pola hidup ibu yang tidak sehat.

  1. Menjaga berat badan

Pada saat kehamilan, wanita normalnya akan mengalami sebuah peningkatan pada berat badannya. Sebaiknya sesuaikan berat badan Anda dengan usia kehamilan.

Sebab jika berat badan kurang dari batas normal atau terlalu kurus pada saat hamil dapat meningkatkan risiko bayi lahir prematur.

Banyak wanita hamil yang akan mengalami kenaikan berat badan pada saat trimester akhir. Akan tetapi mayoritas wanita yang tidak mengalami morning sickness akan mengalami kenaikan berat badan sejak awal kehamilan.

Oleh sebab itu, ibu hamil perlu memeriksa kenaikan berat badannya agar sesalu memiliki berat badan dan kenaikan berat badan yang ideal.

  1. Periksa rutin kehamilan dan selalu minum vitamin

Untuk mencegah bayi lahir prematur, ibu hamil harus rutin memeriksakan kehamilan ke dokter kandungan.

Memeriksakan kandungan ke dokter bisa dilakukan sebanyak 1 bulan sekali sampai usia kandungan 37 minggu, meski ibu hamil tidak mengalami keluhan.

Selain rajin untuk kontrol ke dokter kandungan, ibu hamil juga jangan malas untuk minum vitamin prenatal.

Menjaga kesehatan diri sendiri dan juga bayi dalam kandungan tentu menjadi aspek utama untuk bisa melewati persalinan yang lancar. Kekurangan vitamin sangat fatal bagi perkembangan janin dan kesehatan ibu.

  1. Perbanyak minum air putih

Salah satu penyebab kontraksi selanjutnya yaitu dehidrasi yang akhirnya dapat memicu bayi lahir secara prematur.

Oleh karena itu, selama kehamilan, jangan malas untuk cukup minum air putih untuk dapat mencegah kondisi tersebut. Mengonsumsi air putih dipercaya mampu melarutkan berbagai macam zat kimia di dalam tubuh.

Jika ibu hamil mengonsumsi makanan yang mengandung banyak zat kimia, dia harus mengkonsumsi banyak air putih untuk menetralkan beragam makanan yang ada di dalam tubuh.

Itulah 7 Tips Agar Tidak Melahirkan Bayi Prematur yang bisa dilakukan oleh ibu hamil agar dapat mencegah bayinya lahir prematur pada saat waktu persalinan.

Sumber

    https://www.kehamilanku.web.id/2014/03/7-tips-agar-tidak-melahirkan-bayi-prematur.html

    https://hamil.co.id/masalah-kehamilan/prematur/cara-mencegah-bayi-lahir-prematur

Baca Artikel Terkait Lainnya:

Jika Ada Pertanyaan, Silahkan Isi Kolom Komentar Disini yaaa ...

Konsultasikan Disini!!
error: Jangan Copas!! Mikil Sendili Dong :P